Talk about Legacy*

15 04 2008

Warisan biasanya datang dari orang tua, kerabat yang telah tutup usia atau tengah mempersiapkan hari tua. Bicara tentang warisan, yamg paling hangat adalah warisan dinasti cendana. Uniknya, semua orang, baik kerabat atau bukan mendapat bagiannya masing-masing. Pembagian warisan tentunya bergantung pada si empounya harta dan umumnya meski dikatakan akan dibagi rata, kenyataannya tidak demikian. Pasti ada pihak-pihak yang merasa berhak memperoleh lebih, tapi tidak sebaliknya. Pihak yang mendapat lebih tidak akan mengembalikan kelebihannya. Ini memang manusiawi, manusia memang tidak mau rugi.

Kembali ke perbincangan awal, warisan Cendana. Saya termasuk orang “beruntung” yang memperoleh warisan. Warisan hutang, warisan sejarah yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Apakah Anda juga termasuk orang beruntung atau malah buntung. Tapi sekali lagi, warisan tidak akan berdampak bagi hidup ahli waris, jika tidak ditindaklanjuti dengan bijak. Banyak kasus, ahli waris yang kurang bijak menghambur-hamburkan harta hingga jatuh miskin. Contoh lain, anak seorang buronan mewarisi nama ayahnya yang kurang sedap, tapi pada akhirnya bisa menjadi orang sukses dan berhasil keluar dari bayang-bayang ‘warisan’ sang ayah. Nah, ‘bapak‘ telah pulang ke Yang Maha Kuasa, surat wasiatpun sudah dibacakan, setiap orang sudah mendapat bagiannya. Tinggal menunggu aksi berikutnya.

Selanjutnya terserah Anda.

*tulisan ini saya tulis dua hari setelah berpulangnya Soeharto, pada 27 Januari 2008 yang lalu, dan tersimpan rapi di dalam catatan handphone saya. Hehe, baru sempat hari ini saya up load. moga-moga masih hangat,,,,




How Romantic are You?

13 02 2008

Sehari menjelang Hari Kasih Sayang, tanpa sengaja saya menemukan secarik kertas berisi coretan yang pernah saya buat. Tepatnya kapan saya menulisnya saya sudah tidak ingat lagi, tapi yang jelas, catatan yang saya buat cepat-cepat ini, sepertinya punya makna khusus kalau tidak ya berarti cuma iseng.

Sejak dulu saya suka menulis secara spontan. Baik itu hasil melamun atau hasil membaca, saya suka menyimpannya dalam bentuk coretan di secarik kertas karena saya yakin akan kekuatan sebuah tulisan. Memori otak kita sering kali terbatas untuk mengingat hal-hal indah yang harusnya perlu kita ingat.

Ya, saat membaca coretan ini, saya ingat telah mengutipnya dari sebuah artikel. Sepertinya dulu saya menyalinnya untuk dibuat hiasan dinding dan menuliskan cuplikan itu di dalamnya. Bunyinya seperti ini:

How Romantic Are You?
1.Aku tidak butuh tahu tentang seseorang cukup lama sebelum jatuh cinta padanya.
2.Jika aku sedang jatuh cinta dan menjalin kasih, aku akan berkomitmen pada pasangan sekalipun orangtua dan teman tidak setuju dengan hubungan itu.
3.Sekali aku mengalami cinta sejati, aku tidak akan pernah mengalami cinta yang sama dengtan orang lain.
4.Aku percaya cinta sejati akan kekal.
5.Jika aku mencintai seseorang, aku tahu aku akan dapat menjalin hubungan dengan baik, menyingkirkan kelemahanku.
6.Saat menemukan cinta sejatiku, kemungkinan besar aku menyadarinya sesaat setelah kami bertemu.
7.Aku yakin bahwa setiap hal baru yang aku pelajari dari orang yang kupilih untuk saling berkomitmen adalah menyenangkan bagiku.
8.Hubungan yang aku miliki bersama cinta sejatiku akan mendekati sempurna.
9.Jika aku mencintai seseorang, aku akan menemukan cara untuk menciptakan kebersamaan, meski rintangan menghadang (seperti jarak, pihak yang menentang).
10.Hanya ada satu cinta yang sungguh-sungguh nyata bagiku.
11.Jika hubungan sangat berharga, segala rintangan pasti teratasi.
12.Saya kayaknya jatuh hampir seketika…

Setelah saya baca dan baca lagi, sampai mengetiknya kembali, saya merasa bersyukur karena tulisan ini belum sempat saya buat hiasan. Dua belas butir pernyataan yang katanya romantis ini, kalau boleh dibilang agak menyesatkan. Si penggagas hanya mematokkan kebahagiaan yang berpusat pada diri sendiri. Aku, aku dan aku, sampai-sampai tidak ambil pusing meski orang tua dan teman tidak memberi restu. Padahal dalam sebuah hubungan romantis yang sehat, dibutuhkan dukungan dari banyak pihak.
Ini sih pendapat pribadi saya yang kurang sepaham dengan penulis artikel di atas, tapi mungkin dari Anda ada yang setuju, ya terserah sajalah.

So, How romantic are You?

Hanya Anda dan pasangan yang tahu jawabannya.

Happy Valentine’s Day…




Merry Xmas & Happy New Year 2008 ^^

31 12 2007

Buat teman-teman yang merayakan Natal, LW ucapkan Selamat Hari Natal. Biarlah damai Natal melingkupi kita semua dan memberikan semangat baru menyongsong tahun yang baru.

Tahun ini, saya mengikuti 3 kali ibadah Natal. Yang pertama, tanggal 18 Desember, saya merayakan Natal bersama teman-teman pemuda GBI Bethany Surabaya. Tema yang diangkat tahun ini adalah “We Call Him Emmanuel”. Ibadah kedua saya rayakan bersama jemaat Boncafe, dan yang ketiga bersama keluarga di Jember.

dsc01726.jpg

Seperti Natal-natal yang lalu, ibadah dirancang begitu meriah dan spesial. Gereja penuh sesak dan ada penyalaan lilin. Namun, ada satu hal yan berbeda di Natal 2007 ini. Pesan Natal tidak lagi berbicara tentang kelahiran Sang Juru Selamat, tetapi lebih kepada bagaimana peran umat Kristiani dalam menerima amanat agung dari Yesus kristus untuk menyebarkan kabar gembira ke seluruh dunia.

25122007206.jpg

Sekali lagi selamat Natal dan Tahun Baru 2008..

Biarlah kita tutup tahun 2007 dengan sukacita dan sambut 2008 dengan semangat yang baru.

Tuhan Memberkati kita semua.




Good bye Jakarta :’(

30 11 2007

Dua hari lagi, tepatnya minggu besok (2 Des 2007), saya akan meluncur ke Surabaya, kembali ke habitat asli :) Saya telah menyelesaikan program magang selama 3 bulan persis di Intermatrix Communications. Beragam pengalaman, suka dan duka saya peroleh. Thx God, hampir semuanya adalah pengalaman yang menggembirakan.

Apa yang saya peroleh hampir memenuhi harapan-harapan yang saya bawa dari Surabaya. Memang ada beberapa yang belum terpenuhi hingga saat terakhir saya di Jakarta. Tapi tak apa. Masih ada kesempatan lain.

Bagi saya pengalaman hidup di Jakarta sangat mengagumkan. Kenal banyak orang dan tempat menarik, yang semuanya bakal melekat di memori saya.

Terima kasih…

Kepada orang-orang baik yang telah dipertemukan dengan seorang Lidya Wangsa. LW sangat bersyukur boleh mengenal kalian semua. Bagi saya, tidak ada kata semoga. karena semuanya itu pasti ada waktunya, waktu bertemu, berpisah dan akhirnya bertemu lagi. Saya yakin saya akan kembali ke Jakarta dengan membawa harapan-harapan baru.

Selamat tinggal dan samapai jumpa di lain kesempatan.

*nantikan ceritaku tentang pengalaman magang di Jakarta secara lengkap.




“Rainbow Warrior bukan kapal biasa”

27 11 2007

Akhirnya, kapal kenamaan Greenpeace singgah di Jakarta. Sebelumnya kapal pembawa misi penyelamatan ligkungan ini mampir di Riau untuk memberikan dukungan kepada para aktivis yang sedang memperjuangkan hutan Riau. Saya dan beberapa teman sengaja datang ke Tanjung Priok demi menyaksikan secara langsung kedatangan kapal legendaris ini.

Perjalanan dimulai dari Halte Ratu Plaza. Kami berempat sepakat bertemu di Halte Ratu Plaza mengingat tempatnya yang strategis dan mudah diakses. Oke, jam 10.30 kami memulai perjalanan dengan Trans Jakarta Busway. Awalnya kami berniat akan ke Kwitang dulu, pasar buku yang jadi salah satu tempat bertemunya Rangga dan Cinta di AADC, tapi akhirnya batal karena waktunya mepet. Jadi kami pilih hanya ke Tanjung Priok. Berangkat dengan bermodalkan peta busway di tangan dan sedikit makanan, tak memupuskan semangat petualang kami.

Sampai di Halte Harmoni kami harus pindah bus, ke arah Senen dan disambut antrean panjang. Wuaaahh, kami sempat bingung. Enaknya mau menempuh arah yang mana. Tanya ke petugas Busway, jawabannya tambah buat pusing. Akhirnya seorang dari kami mengambil keputusan, kami ke arah Pasar Baru dan lanjut dengan taksi biru menuju Tanjung Priok.

Jam menunjukkan pukul 11.30 waktu Jakarta, kami sampai di pelabuhan. Saat melihat spanduk Greenpeace langsung lega hati ini, spontan saya bilang, “Nah, aman kan? Nggak menakutkan seperti orang bilang.” Tapi, langsung disanggah oleh Susy, “eh, jangan bilang aman sebelum kita keluar dari sini dan pulang ke rumah dengan selamat.”

Lanjut, sampai di dalam ternyata ada rombongan anak-anak TK yang khusus diundang untuk mengenal Rainbow Warrior. Kami pun turut mendengarkan sejenak penjelasan singkat dari Dina Purita, Greenpece Indonesia, tentang sebelum akhirnya mendapat giliran masuk ke kapal.

Dina Purita & anak-anak TK

Panas!! Cuacanya benar-benar panas. Saat itu waktu menunjukkan pukul 13.00. Untung saja panasnya hari itu terbayar lunas dengan kesempatan menjejakkan kaki di dalam kapal historis ini.

The Rainbow Warrior

Kapal Rainbow Warrior ini bukan termasuk kapal besar, tapi sangat fungsional. Oleh teman dari Greenpeace kami diajak melihat bagian buritan kapal, kemudian pada bagian kemudi, dan sampai di bagian depan. Bagian terunik dari kapal ini adalah 3 barang peninggalan kapal terdahulu Greenpeace, yaitu Kompas, lonceng, serta kemudi. Sayangnya kami tidak diperkenankan mengintip ruang kabin, tempat tinggal awak kapal, dengan alasan “itu privacy”.

 

Di dalam ruang nahkoda

Mungkin anda bertanya-tanya sebenarnya apa sih fungsi dari kapal ini? Rainbow Warrior membawa dukungan kepada para aktivis lingkungan hidup di seluruh dunia. Contohnya kemarin di Riau, mereka khusus mampir untuk men-support teman-teman yang sedang memperjuangkan penyelamatan hutan Riau. Selain itu Rainbow Warrior juga membawa misi ke seluruh dunia menyadarkan manusia akan pentingnya melestarikan bumi.

Puas berfoto dan melihat isi kapal, kami memutuskan untuk pulang. OMG! “Mau pulang naik apa nih?” tanya Ika. Tidak ada seorang pun yang bisa menjawab. Kami memang belum tahu harus pulang naik apa. Tadinya kami berencana pulang naik taksi, tapi tidak ada satupun taksi yang muncul. Sempat ada abang ojek dan supir mobil sewaan menawarkan tumpangan. Tapi, ngeri! Saya langsung teringat ucapan banyak orang kalau pelabuhan itu daerah rawan.

Tiba-tiba Rizka nyeletuk, “Eh ada mobil TV tuh, sepertinya mobil liputan.” Kami langsung bergegas mendekati mobil itu dan ternyata tim liputan itu juga mau balik ke kantor. “Mbak, maaf, mbak bawa mobil ya? Kami boleh ikut sampai depan?” tanya Susy nekat kepada reporter salah satu TV swasta itu. “Oh, bentar ya, saya lihat dulu apakah muat,” ujar mbak berkacamata itu kalem.

Sementara itu kami berempat komat-kamit berdoa agar dibolehkan menumpang. “Silakan mbak, Cuma berempat kan?” ujar reporter itu tiba-tiba. “Horeeee!” seru kami kompak.

“Makasih mbak, makasih ya,” ucap kami berulang-ulang.

Di dalam mobil APV, si reporter bertanya, “Kok niat banget sih bela-belain datang lihat kapal Greenpeace?”

Kami terdiam dan termenung sejenak, memikirkan jawabannya. Memang kalau dipikir-pikir kami memang terlalu bayar harga (baca: terlalu niat) jauh-jauh mampir ke Tanjung Priok, “hanya” untuk sebuah kapal. Tapi nyatanya, Rainbow Warrior bukan sekadar kapal biasa. Kapal ini punya “spirit” yang luar biasa, spirit untuk menyelamatkan bumi, dan beruntungnya spirit itu sudah mulai menjalari kami. Ayo mulai dari diri sendiri, dari hal yang kecil, kita selamatkan bumi. [LW]

*baca cerita sebelumnya “Semua Bisa Jadi Satria Pelangi”




Semua Bisa Jadi Satria Pelangi

3 11 2007

Greenpeace hadir karena

Bumi yang rentan ini perlu suara.

Bumi perlu solusi.

Bumi perlu perubahan.

Bumi perlu tindakan.”

(www.greenpeace.org/seasia/id)

Ya, bumi perlu pembelaan dan dukungan dari kita untuk beramai-ramai mengambil tindakan nyata, menyelamatkan bumi yang sedang sakit ini.

Dimotori oleh Greenpeace dengan aksinya, Forest Defender Camp (FDC), pembelaan bumi dilakukan secara perlahan tapi pasti. Acara kamp ini dibuka secara resmi pada hari Sabtu, 3 November 2007 di lapangan Monas dan akan berlangsung hingga 11 November 2007. Mereka yang merasa peduli terhadap keberadaan hutan, khususnya di Indonesia, bisa bergabung meramaikan acara ini mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.

Kamp kali ini menyuguhkan pameran, pertunjukkan musik sederhana, teater, tarian, talk show dan games seru mengenai keadaan hutan di Indonesia. Hadir sebagai nara sumber talk show, Wimar Witoelar dan Leony, bintang sinetron sekaligus penyanyi yang juga menjadi sahabat Greenpeace. Dipandu oleh Olga Lydia, talk show mengalir dengan hangat dan penuh makna, meski diwarnai dengan gerimis yang tak kunjung reda.

Saya tidak paham betul soal hutan, tapi saya peduli akan hutan, makanya saya ada di sini mendukung acara ini,” ujar Wimar Witoelar. WW juga menjelaskan bahwa biasanya orang yang peduli akan masalah hutan dan lingkungan hidup jarang yang bersinggungan dengan kekuasaan. Akibatnya mereka menjadi kelompok minoritas yang harus bekerja keras untuk meraih dukungan khalayak ramai. Ditambah lagi isu lingkungan hidup kurang menarik perhatian masyarakat pada umumnya. Oleh karenanya, para aktivis lingkungan hidup harus pandai-pandai menggunakan media untuk menyuarakan aksinya. “Melalui media, kita bisa menciptakan mainstream di tengah masyarakat akan pentingnya hutan,” ujar WW.

Leony yang hadir dengan menggunakan T-shirt khusus dari Greenpeace mengiyakan pendapat dari WW. “Memang, orang-orang sekarang agak kurang peduli pada lingkungan, jadi tugas kita semua untuk mulai menyebarluaskan masalah lingkungan ini, khususnya tentang hutan kita,” ujar mantan penyanyi cilik ini kalem.

Perwakilan dari Greenpeace, Bustar Maitar, juga menjelaskan bahwa FDC ini merupakan upaya internasional yang dilakukan Greenpeace untuk melindungi sisa hutan di dunia dan perubahan iklim global yang diharapkan nantinya akan menjadi pressure bagi negosiasi iklim Protokol Kyoto di Bali, Desember mendatang. “Kami saat ini mengajukan petisi kepada pemerintah dan sedang menggalang dukungan dari mereka yang peduli kepada hutan di Indonesia, yaitu dengan menandatangani petisi tersebut,” jelas juru kampanye hutan Greenpeace ini.

Secara singkat isi petisi tersebut berisikan mengenai desakan kepada pemerintah untuk mengambil langkah konkret untuk menghentikan penebangan hutan dalam skala besar, menghentikan konversi lahan hutan menjadi lahan perkebunan, menghentikan kebakaran hutan serta rehabilitasi hutan yang sudah rusak.

Sore itu, Bustar juga mendorong setiap orang yang peduli akan hutan untuk menandatangani petisi sebagai wujud dukungan terhadap upaya penyelamatan hutan. Hingga saat ini sudah terkumpul sekitar 23 ribu tanda tangan asli, dimana target yang ingin dicapai adalah 1 juta dukungan.

Kemudian di tengah talk show, WW nyeletuk tentang Rainbow Warrior, sebuah kapal terbesar Greenpeace. “Lalu apa kabar dengan Rainbow Warrior?” tanya WW ingin tahu. Dina Purita Antonio, Regional Media Campaigner, Greenpeace Asia Tenggara, menjelaskan bahwa Rainbow Warrior masih aktif melancarkan aksinya sampai hari ini, yaitu berkeliling dunia untuk membawa misi penyelamatan bumi dan akhir November nanti, rencananya Rainbow Warrior akan mampir ke Tanjung Priuk. Ketika ditanya siapakah yang termasuk satria-satria itu, Dina menjelaskan bahwa semua orang yang terpanggil untuk menyelamatkan bumi yang sedang sakit ini akan disebut Rainbow Warriors.

Akhirnya, bila kita sekarang merasa tidak bisa berbuat banyak untuk bumi kita, ikuti saja langkah sederhana dari WW berikut ini. Pertama, cari tahu (get the informations), misalnya melalui website mengenai keadaan hutan dan aktivitas Greenpeace, lalu punyailah sikap, dan terakhir nyatakan sikap itu, misalnya dengan menulis mengenai keadaan bumi saat ini sehingga semakin banyak orang yang tahu akan isu krusial tersebut dan akhirnya mau peduli. Intinya lakukan bagian yang anda bisa lakukan, sekecil apapun itu. [LW]


 





Bukan Sekedar Pesta

2 11 2007

Bagi saya, Pesta Blogger 2007 kemarin bukan sekedar pesta. Jujur, PB2007 membuka sebuah pintu masuk pada “dunia baru” bagi seorang Lidya Wangsa. Mulai dari masuk Metro TV dan O Channel, sampai diwawancarai oleh Harian Kontan, untuk sekedar meramaikan pemberitaan mengenai kopi darat akbar blogger Indonesia.

Meski ada beberapa pihak sempat pesimis dan skeptis terhadap acara ini, saya pribadi sangat bangga sudah menjadi bagian dari PB2007. Apalagi pulang dengan mengantongi hape baru yang memang saya idamkan sejak lama, tapi esensi pentingnya bukan itu. Lewat PB2007 saya bisa mengukir prestasi baru dan membuktikan bahwa perjalanan saya ke Jakarta bukan tanpa hasil, tapi sangat penuh warna dan mungkin tidak dapat diperoleh jika saya tetap ada di Surabaya. Bukan berarti saya mengecilkan daerah saya, tapi ini adalah fakta. Di Jakarta, semua akses lebih cepat, apalagi jika bergaul dengan orang yang berpengaruh.

STOP!

Mungkin anda mulai bingung dan tidak paham tentang apa yang sedang saya bahas. Oke, sekarang saya ajak anda untuk flash back, mundur setengah tahun yang lalu. Waktu dimana saya memutuskan untuk mengikuti program magang di Jakarta, tepatnya di Intermatrix, PR Consultant yang didirikan oleh Wimar Witoelar.

Keputusan untuk magang di luar kota ini sempat bikin kaget teman-teman kampus. Ada yang bilang, “ngapain Lid jauh-jauh, kalau aku yang dekt-deket aja.” Ada juga yang mendoakan, “semoga sukses ya.”

Amiiiiinnn…. Jawabku. Jadi, saya menerima banyak komentar, positif dan negatif. Tapi saya tak bergeming, tetap dengan keputusanku. Terbukti, hingga magang ini berjalan dua bulan (kurang satu bulan lagi, hiks), saya sudah mendapat banyak pengalaman menarik. Bertemu dengan orang baru dan kaya akan cerita.

Pastinya, PB2007 akan menjadi salah satu cerita paling menarik selama magang di Jakarta. Semoga tahun depan, jika diadakan lagi, saya bisa ikutan lagi, bukan dengan acara yang sama, tapi pasti lebih berwarna dan membuahkan hasil signifikan bagi perkembangan blogger dan aktivitas blogging di Indonesia.




Pesta Blogger 2007: Kopi Darat Blogger Se-Indonesia

27 10 2007

 “Masih tidak percaya, sebuah pertemuan seperti ini pernah terjadi,” kata Enda Nasution bersemangat saat membuka perhelatan akbar Blogger se-indonesia, Sabtu, 27 Oktober 2007. Ya, memang benar-benar sebuah acara yang sangat jarang terjadi. Sekelompok orang yang biasanya hanya akrab secara virtual dapat bertemu muka secara fisik atau bahasa gaulnya ‘ngopi darat’.

Acara diawali dengan sebuah Talk Show mengenai dunia blog Indonesia yang dipandu secara interaktif oleh Wimar Witoelar dan menghadirkan empat orang panelis yang dinilai berkontribusi besar bagi dunia blog dan sangat memahami perkembangannya, secara khusus di Indonesia, yaitu Budi Putra, Enda Nasution, Mohammad Nuh, dan Andrianto Gani.

Wimar Witoelar, yang juga merupakan salah satu steering committee dari Pesta Blogger 2007 (PB2007), menggiring perbincangan seputar blog dengan apik dan menarik. Para hadirin secara spontan dapat memberikan tanggapan dan beberapa blogger secara khusus ditunjuk untuk memberikan pendapat. Di antaranya adalah Iyo, blogger muda yang masih duduk di bangku SMA. Dia menceritakan sedikit pengalamannya dalam menulis blog. Disampaikan juga oleh Budi Putra dalam diskusi, bahwa dalam posting yang penting adalah isi, “percuma kalau hanya desainnya menarik, tapi isinya tida berbobot.”

Di samping cerita bahagia seputar aktivitas nge-blog, juga ada cerita mengarukan yang datang dari blogger asal Poso yang secara khusus ingin bertemu dengan para blogger dan tentunya ingin bertemu Wimar Witoelar. “Kalau ada yang disebut sebagai bapak Blogger, Pak Wimar itu sih opa-nya blogger,” ujar Ruslan Sangadji  blogger asal Poso yang juga berprofesi sebagai kontributor The Jakarta Post ini. Hal ini agaknya benar, mengingat Wimar sendiri telah memulai aktivitas blogging sejak 12 tahun yang lalu, jauh sebelum aktivitas blogging benar-benar digandrungi.

Bertempat di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Pesta Blogger 2007 untuk pertama kalinya digelar. Acara ini dihadiri oleh sekitar lima ratus blogger beserta undangan. Hadir sebagai tamu kehormatan, Menteri Komunikasi dan Informatika, Mohammad Nuh yang mendukung positif acara ini. “Saya rasa pertemuan atau acara seperti ini perlu dilakukan secara berkala, jangan berhenti disini, apalagi pertemuan secara fisik memang penting daripada hanya secara virtual,” ujar mantar Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) ini. Beliau juga menetapkan 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional dan mendorong para blogger untuk menciptakan lagu “kebangsaan” blogger. Bagi lagu yang terpilih, dijanjikan ada sebuah laptop yang akan diberikan secara khusus oleh menkoinfo.

Berikutnya dalam sebuah sesi yang disebut break out session, para peserta diberikan kesempatan untuk bertukar pengalaman dengan para blogger handal sesuai dengan kategori blog mereka. Ada 7 kategori yang ditawarkan, di antaranya adalah kategori current issues yang dipandu oleh Wicaksono, yang lebih dikenal dengan ndoro kakung di dunia maya. Secara khusus kelompok ini membahas mengenai tips dan bagaimana menulis dan mencari inspirasi untuk blog masing-masing mengenai topik sehari-hari yang paling dekat dengan kita. Ternyata mudah sekali, yaitu menulis dengan apa adanya tanpa berusaha untuk menjadi orang lain, maka cerita akan mengalir dengan sendirinya dan kalau menarik akan dinikmati banyak orang. Wicaksono juga menambahkan bahwa untuk membuat tulisan yang menarik, kita harus berusaha menulis berbeda dengan media tradisional.

Pada PB2007 ini juga diadakan pemilihan blog terbaik untuk 7 kategori, yaitu on line marketing blog, personal blog, women’s issue, celebrities blog, current issue, blog technology, bridge blog, serta satu kategori tambahan yaitu kategori pendatang baru terbaik. Kabar baiknya adalah Perspektif.net terpilih menjadi blog terbaik untuk kategori Current Issue dan Mine of mine, blog salah satu penulis PO menjadi blog pendatang baru terbaik.

Akhirnya seperti kata Wimar Witoelar, “Maju terus blogger Indonesia.” Blogger harus punya sikap, berani menyatakan sikap dan berani menanggung konsekuensinya, serta yang penting tambahnya, “Jangan takut nge-blog karena tidak akan pernah dibredel.” [LW]




Terima kasih buanyaaaaaakkkk

27 10 2007

TERIMA KASIH

buanyaaaaaaaaaaakkkkk buat temen2 yang telah mendukung dan vote buat Mind of Mine jadi pendatang baru terbaik thx all…..

 special thanks for:

1.  My God, Jesus Christ, for the amazing experience ^^

2.  WW yang mendorong saya untuk mulai blogging…

3.  Ulet n Spirit of Me yang telah bantu & ngajari aku yang sebelumnya buta tentang blog…

4. IMX’ers yang setia mendukung dan memberikan semangat… + trims buat fasilitas komputer dan internet gratis setiap hari, jadinya LW bisa ngeblog tiap hari :))

5. Mas Kiki yang telah bantu saya pasang widget flickr… (hotdog nyusulll…) :))

6. Kangtutur dan mas tya yang udah sukarela jadi Jurkam di wordpress dan perspektif untuk Mind of Mine ….

thx and God Bless You alllllll….

cup cup muah muah….

hahahahha….

PS: akhirnya ganti hp juga, scr udah 3 th setia pake nokia 3100 skrg naik pangkat jadi N73!!! :)) Thx Nokia…




Vote for Me, plissss \(^^)/

24 10 2007

Hai Blogger Mania^^ 

Agaknya, Mind of Mine lagi beruntung. Blog amatir yang masih berumur kurang dari 2 bulan ini masuk nominasi (5 besar) untuk kategori pendatang baru terbaik.  Berawal dari event akbar Sabtu ini, yaitu Pesta Blogger 2007, bertempat di Mega Blitz. Untuk meramaikan acara tersebut diadakan pemilihan blog terbaik dengan beberapa kategori (lengkapnya lihat di www.pestablogger.com) satu diantaranya kategori Pendatang Baru Terbaik. Nah, sebelum diputuskan blog mana yang menjadi The Best-nya, diadakan voting online untuk menentukan 3 dari 5 besar tadi. Nantinya yang paling banyak dipilih akan masuk 3 besar dan akhirnya akan dipilih yang terbaik secara langsung saat hari-H. 

vote2.jpg

Jadinya, sekarang Lidya mohon partisipasi dari teman-teman untuk meluangkan waktu untuk voting. Memang agak “ribet”, tapi plisss help me ;P                                  

Caranya, temen-temen bisa voting di sini http://www.bubu.com/pestablogger/blogContest.phpTerus langkah kedua, plis isi pilihan teman-teman (sekali lagi maaf merepotkan karena harus mengisi semua kategori). Yang penting jangan lupa untuk kategori Pendatang Baru pilih http://lidyawangsa.wordpress.com/ yaaaaa… dan untuk Current issues pilih http://perspektif.net 

Nah, setelah memilih, jangan lupa mengisi alamat email yang masih atif karena setelah teman-teman submit vote tadi, masing-masing voter akan mendapat email balasan berisi validasi voting. Mohon di cek ya di email masing-masing. Terakhir, sampai jumpa di Pesta Blogger 2007. Terima kasih buanyaaaak atas dukungan dan partisipasinya. 

God Bless You All \(^^)/