Small Report about The Wahid Institute
22 09 2007
The Wahid Institute (TWI) merayakan hari jadinya yang ketiga pada Sabtu 8 September 2007 disertai dengan peluncuran 5 buah buku mengenai Islam dan Gus Dur. Buku-buku yang diluncurkan tersebut yakni ‘Islam Kosmopolitan’ yang ditulis Gus Dur, ‘Politisasi Agama dan Konflik Komunal’ ditulis ahmad Suaibi, ‘2 Wajah Islam’ ditulis Stephen Sulaimana S, ‘Gus Dur Kebenaran dari pada Kekuasaan’ ditulis H Syarif Usman Yahya, dan ‘Gus Dur Asyik Gitu Loh’ yang ditulis penulis muda pesantren Maya Rosida.
Beberapa tokoh hadir dalam kesempatan ini seperti Wiranto, Muslim Abdurrahman, Wimar Witoelar dan Muhaimin Iskandar. Acara diawali dengan sambutan dari Direktur TWI Yenny Wahid, Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Muslim Abdurrahman dan Wimar Witoelar.
Puncak acara diisi dengan orasi budaya yang santai dan menggugah dengan gaya khas Gus Dur. Dalam orasinya Gus Dur mengungkapkan bahwa sejatinya Islam sangat dekat dengan pluralisme. Beliau juga menegaskan bahwa sejak tahun 1935 tepatnya dalam Muktamar NU ke-9 dinyatakan bahwa untuk melaksanakan Syarikat Islam tidak diperlukan Negara Islam. ”Oleh karena itu Soekarno pada tahun 1945 berani mengumumkan Pancasila,” tambah Gus Dur.
Kyai Haji asal Jombang tersebut mengakhiri acara tersebut dengan mengajak seluruh hadirin untuk menyenandungkan sebuah lagu mengenai Islam [LW].
Note:
Adapun media yang memuat berita mengenai HUT ke-3 TWI yaitu detik.com dan Harian Kompas.







hebat, blogger baru ini laporannya lengkap dengan foto bersama gus dur
Semoga lancar, sehingga bisa menyemarakkan lembaga2 pendidikan yang lain.
Lembaga2 pendidikan punya NU memble2, apalagi kalau lembaga sosialnya, rumah sakit misalnya,, mana,,,
Kalau ngajinya bagus no 1 se-indonesia, tapi masih sering terdengar sumbang antara kyai satu
dengan lainnya, padahal bedo torekot doang…