Luna Maya Trees

23 10 2007

There is a story about ‘trees’.

Have you ever watch sinetron Anggun? It was a romantic story that showed on SCTV view months ago. On the opening session (if you still remember) you can see beautiful trees while Luna Maya the main actress run away with her wedding gown.

Wow, I see the trees!!

actionnnnn ^^

Its look beautiful as seen on the glass box.

My friend told me that Luna Maya ever been there for her film.

So I called it Luna Maya Trees.

Luna Maya Trees

You wanna see it?

You can find it at Jababeka City, near President University.

 

 

 

 




Turis Jadi-jadian

23 10 2007

Berawal dari mahalnya tiket dan padatnya arus mudik, saya memutuskan untuk menghabiskan waktu liburan di Jakarta. Awalnya, saya sudah berangan-angan untuk mengikuti sebuah tur yang katanya akan mengajak keliling Jakarta. Malang, hingga liburan tiba saya tidak mendapatkan informasi tentang Tur Keliling Jakarta. Saya sudah cari di google, tapi info yang saya dapat tidak sesuai dengan harapan.

Lalu saya mulai dengan rencana baru. Berkunjung ke rumah sahabat, kakak pembina rohani, serta mantan kepala sekolah waktu SMP dulu. Yes, lega rasanya sudah punya rencana baru. Setidaknya saya tidak akan jadi pengangguran waktu liburan.

Okay, perjalanan pertama saya mulai ke Cikarang. Saya berkunjung ke rumah seorang sahabat untuk berkenalan dengan anjing kesayangannya, ”Chubby” dan panggilannya Abidut.

Abidut


Menginap dua malam dan keesokan harinya (lebaran hari kedua), saya kembali ke Jakarta untuk menghadiri Open House di Rumah Wimar Witoelar. Saya bertemu dengan keluarga dan teman lama WW. Ada sajian spagetti lezat, pempek Palembang dan baso sapi khas dengan minyak bawang putih. Mantap!

Perjalanan berikutnya dilanjutkan ke Pamulang. Yup, dari Bekasi-Jakarta dan sekarang sudah sampai di Provinsi Banten. Menurut petunjuk jalan, Pamulang itu sudah bagian dari Banten (mohon koreksi kalau salah). Saya ditemani oleh seorang teman yang kebetulan tinggal di dekat tempat yang ingin saya kunjungi.

Kalau ingin naik kendaraan umum (dari Fatmawati) naik metromini 610/79 arah Lebak Bulus, lalu lanjut dengan angkot D 15. Angkot tersebut akan membawa kita ke arah Pamulang.

Di Pamulang, saya bertemu dengan mantan kepala sekolah saya waktu SMP dulu (SMPK Maria Fatima Jember). Sejak tiga tahun yang lalu, beliau dipindahtugaskan ke Pamulang, kini menjabat kepala SMPK Materdei Pamulang. Suster Winanda namanya, orangnya mungil, selalu tersenyum, ahli biologi dan gemar berkebun. Saya sempat menginap semalam di susteran (tempat tinggal biarawati). Tempatnya sangat tenang, bersih dan asri. Kebetulan waktu saya berkunjung ke sana, banyak suster yang mudik, jadi hanya bertemu dengan tiga orang suster. Ada suster Winanda, Suster Yustin, dan Suster Melanie.

Sr Win dan kebunnya


Sr Win & Sr Yustine

Sehari di Pamulang sungguh sangat berkesan, bertemu dengan Suster Win (panggilan akrab untuk Suster Winanda) dan orang-orang baru sungguh sangat menyenangkan. Lalu saya kembali ke Jakarta, kembali ke kost. Saya mulai berpikir, besok hendak kemana. Akhirnya saya memutuskan untuk istirahat di kost untuk bersih-bersih sekalian mengumpulkan energi untuk melanjutkan perjalanan berikutnya.

Hari Kamis, akhirnya saya punya tujuan baru, yaitu Kota Harapan Indah, Bekasi. Bersama seorang teman, namanya Velin, saya mengunjungi kakak pembina rohani saya waktu di Jember dulu. Namanya Kak Martha. Baru saja dia menjadi seorang ibu. Setelah penantian panjangnya selama 11 tahun, akhirnya Tuhan mempercayakan seorang putra bagi Kak Martha dan Kak Yoyok. It’s a miracle! Ujar Kak Martha berkali-kali.

Kak Martha & Kak Yoyok with Jeremy

Dari Harapan Indah berlanjut kembali ke Cikarang. Jadi saya berpisah dengan Velin di tengah jalan dan melanjutkan perjalanan seorang diri dengan kendaraan umum. Yang luar biasa, saya salah naik angkot!! Padahal sebelum naik saya sudah memastikan dengan bertanya kepada si supir. Tapi entah saya yang kurang jelas saat bertanya, atau si supir yang tidak memperhatikan, tiba-tiba si supir berhenti dan bertanya ”Encik mau kemana?” Saya jawab mau ke Mega Mall (MM). ”Lho kalo mau ke MM harusnya naik koasi (angkot) no.25,” jelas si abang supir. Saya langsung kaget dan bercampur takut setengah mati, takut tersesat! Lalu saya diminta untuk turun dan ganti angkot no 10 nanti turun di Bulan-bulan. Tempat apa pula itu. Dengar saja belum pernah apalagi tahu tempatnya. Saya nekat naik angkot no.10 dan waktu naik, saya kaget yang kedua kali… ternyata penumpangnya menyeramkan! Tampang preman dan bau minuman keras! Gemetar seluruh kakiku…

Wew,,, Lega rasanya bisa sampai di Bulan-bulan, dan ternyata sebuah tempat mangkal ELF biru yang katanya jurusan Cikarang. Langsung saya naik dan beruntung ada seorang ibu muda yang berbaik hati menunjukkan arah berikutnyauntuk menuju Cikarang. Saya diarahkan untuk naik angkot no.19 dan nanti akan berhenti di sebuah perempatan sebelum jalan tol. Fiuhh…

Ternyata perjalanan masih panjang….

Sore menjelang maghrib, saya masih berada di ujung tol dan masih jauh dari Cikarang. Akhirnya dapat juga angkot berikutnya angko no.19. Supirnya ramah dan baik hati. Dengan senang hati dia menjelaskan jalur berikutnya. Saya baru tahu kalau untuk naik tol harus naik ELF merah K50. Gelap dan mencekam. Hiks… ingin rasanya segera lari dan mandi air hangat. Saya ambil langkah tegap dan tampil berani alias nekat. Kata orang, jangan pernah menunjukkan mimik gugup dan takut kalau berada di jalan yang asing. ”God save me!” pekikku dalam hati.

Saya menyeberangi jembatan menuju pangkalan ELF K50. Sebuah mobil merah sudah siap untuk diberangkatkan. Beruntung saya tidak perlu menunggu lama karena mobil sudah hampir penuh penumpang. Mobil merah ini tidak akan berangkat bila belum full 25 penumpang.

Thanks God, saya bertemu dengan seorang pria baik hati, yang mau menunjukkan arah turun berikutnya. Perjalanan Bekasi-Cikarang berakhir di Carrefour Cikarang. Saya memang ada janji dengan seorang teman untuk bertemu di sana. Horray, akhirnya sampai juga di Cikarang.

Esok paginya saya dan seorang teman pergi jalan-jalan ke Bekasi untuk bikin kacamata baru. Katanya sih bisa dapat harga miring. Setelah itu kami jalan-jalan ke Mega Mall Bekasi. Senangnya bisa keliling Bekasi. Akhirnya kami berpisah di depan Giant Hypermart karena saya hendak balik ke Jakarta.

Puas banget jalan-jalan keliling Bekasi. Kota yang sebelumnya asing bagi saya menjadi sangat dekat dan kalau ada kesempatan lain saya pasti akan kembali ke sana.




Mau Umur Panjang? Say No to Fat!

15 10 2007

Selasa, 9 October 2007 kemarin, Intermatrix (IMX) mengadakan sebuah jamuan media dalam acara buka puasa bersama. Bertempat di Bebek Bali, Taman Ria Senayan, kami melebur menjadi satu bersama teman-teman dari berbagai media. Sekitar 50 an rekan media hadir menambah hangatnya suasana dan rasa kekeluargaan sangat terasa pada kesempatan tersebut.

suasana media gathering

Saya kebetulan bertugas untuk mengatur distribusi souvenir yang dilakukan pada akhir acara. Sambil mempersiapkan souvenir, saya sebagai bagian dari tuan rumah turut menyambut kedatangan tamu kehormatan IMX, yaitu rekan-rekan media.

LW and press

Hadir pada malam itu, Fira Basuki, penulis Hell Yeah yang juga menjadi Chief Editor Cosmopolitan serta Ade Rai yang didaulat untuk berbagi pengalaman hidup sehat kepada rekan jurnalis yang ada.

Acara dibuka dengan sambutan serta ucapan terima kasih dari Wimar Witoelar selaku Chairman IMX kepada para undangan yang sebagian besar adalah awak media yang telah bekerja sama dengan baik. “Tanpa media,IMX dan saya bukan apa-apa. Saya dikenal dan hidup karena media,” ucap WW saat meberikan sambutannya.

Sambil menyelesaikan makan malam, para undangan bisa mendengarkan beberapa tips hidup sehat ala Ade Rai yang juga diselingi dengan cerita pengalaman WW untuk mempertahankan kebugaran jasmani.

“Lemak itu jahat dan perlu dilawan,” tegas Ade Rai bersemangat. Dikatakan bahwa kadar lemak dalam tubuh kita jika berlebih akan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Oleh karena itu dianjurkan untuk memilih-milih makanan sehat serta berolahraga dengan tepat.

Mendengar tips Ade dan WW, saya jadi tergerak untuk memulai mengatur makanan serta berolah raga teratur. Memang susah, tapi demi kesehatan, mau apalagi, harus dilakukan. Semoga bisa.

LW and AR cool

Tips-tips hidup sehat kemudian dilanjutkan dengan pengukuran kadar lemak dengan dipandu langsung oleh Ade Rai. Pengukuran kadar lemak dilakukan dengan sebuah alat khusus yang diperoleh WW dari Ade Rai.

Acara berjalan lancar dari awal hingga akhir, tapi sayang hujan deras yang mengguyur Jakarta malam itu agak menghambat. Beberapa undangan yang sedianya hadir, tidak bisa memenuhi undangan karena kehujanan. Sayang sekali, semoga bisa bertemu pada kesempatan lain. Yang Pasti, media gathering ala Intermatrix memang fun, hangat, dan tak terlupakan.

Jadi, kalau mau sehat hindari lemak, SEGERA!!




Gara-gara Wulan

1 10 2007

Pernah mendengar Gen FM? Kalau belum, Anda bisa mulai berkenalan dengan radio baru yang mulai mengudara di Jakarta sejak Agustus 2007 lalu, tepatnya di 98,7 FM.

on-silvester-stalone-hands.jpg

Gara-gara Wulan (1st) saya kenal Gen FM. Maklum pada saat itu saya baru 2 minggu berada di Jakarta dan belum tahu banyak tentang Jakarta, termasuk radionya.

Gara-gara Wulan (2nd), saya bisa mampir ke Planet Hollywood (Plaho) untuk pertama kalinya, 10 September 2007 kemarin.

Ceritanya berawal dari undangan soft launching Gen FM yang diterima Wulan dari kawan lamanya.

Stop! Kenal Wulan? Ya Wulan adalah senior dan rekan kerja di Intermatrix, tempat magangku. Biasanya dia dipanggil HW (Herdiny Wulandari) dan kalau mau kenal lebih jauh boleh kenalan dan baca blognya di http://katawulan.wordpress.com.

Lanjut… Kawan lama HW itu ternyata program director dari Gen FM, namanya mungkin tidak asing bagi Anda, Ricky Satwika. Pernah tahu atau bertemu sebelumnya? Saya tentu belum pernah. HW langsung menjelaskan kalau Ricky itu pernah tergabung dalam salah satu boyband laris beberapa tahun lalu yaitu ME yang populer lewat ”Inikah Rasanya Cinta”.

Oooo… I see! Jawabku sambil angguk-angguk. HW pun menjelaskan sambil nyanyi sebagian dari lagu itu ;) , katanya yang menyanyikan bagian bridgenya itu adalah Si Ricky.

Oooo… bulet… :)

Ricky inilah yang mengundang HW untuk menghadiri acara peluncuran Gen FM secara resmi. HW pun tidak berangkat sendirian dan saya diajak untuk menemani. Hoooraiii…

Ok, sepulang dari kantor kami langsung ke Plaho dan ternyata kepagian. Acara belum dimulai, menurut undangan sih jam 7, tapi acara baru dibuka oleh Kemal dan Ade Herlina selau host pukul 8 tepat. Untungnya ada makanan… Hmmm… secara kami belum makan malam  :)

Saya juga sempat diperkenalkan dengan Ricky oleh HW. Orangnya ramah dan cukup menarik. Lalu ada peristiwa memalukan di balik perkenalan singkat itu. Yap, gaya bicara Suroboyoan ku yang sangat kental  :) bikin orang ketawa. Eh ternyata Ricky juga pernah sekolah di Surabaya jadi tidak kaget dengan logat Jawa Timuran.

Malam itu tidak kurang 100 undangan memadati Plaho dan rencananya Tompi akan tampil secara langsung untuk memeriahkan peluncuran radio yang menjanjikan musik-musik terkini bagi pendengarnya.

Sayang, sebelum Tompi muncul, kami harus segera pulang. Sedikit kecewa, untungnya sempat foto-foto di Plaho dan dapat merchandise lucu dari Gen FM. Setiap undangan mendapat sebuah goodie bag lengkap dengan sebuah note book, kaos keren, mini radio, sticker, dan radio profile. Jadinya kami pulang tidak dengan tangan kosong. Senangnya. Finally, thanks to HW gara-gara dirimu, diriku bisa ikutan event keren untuk pertama kali sejak kedatanganku di Jakarta.

Kapan jalan lagi? :)




Presiden Kita: Are you ready?

1 10 2007

Musim Kampanye Calon Presiden Indonesia 2009 telah dimulai seiring dengan langkah awal yang diambil oleh Megawati Soekarno Putri beberapa waktu lalu yaitu mengajukan diri sebagai calon presiden kembali.

Bagaimana kesiapan bangsa Indonesia untuk memasuki musim ini, tentu menarik untuk diperbincangkan. Diskusi ini penting diadakan dan dikembangkan demi munculnya generasi baru yang siap mengkritisi proses pemilihan pemimpin nomor wahid sejak dini. Diharapkan nantinya setiap warga negara mampu bertindak dengan tepat sehingga mampu memberikan dampak signifikan bagi perbaikan Indonesia ke arah yang lebih baik.

Wimar Witoelar bekerja sama dengan UNAS akan mengawalinya dengan mengadakan forum khusus guna mempersiapkan ‘orang-orang biasa’ yang punya niat dan tekat untuk mengisi musim ini dengan pemikiran kritis demi sebuah perubahan.

Rencananya acara akan diadakan di UNAS (Jumat, 5 Oktober 2007) dengan pembicara Wimar Witoelar yang akan mengusung tema “Orang biasa dan pemilihan presiden 2009″

ikuti laporan selanjutnya hari Jumat 5 oct 2007….

update 5 oct 2007 (10 pm)

 

Kriteria Presiden di Mata Orang Biasa antara Cinta dan Komunikasi
Kunci langgengnya suatu kepemimpinan adalah cinta dan komunikasi.” Begitu ujar Wimar Witoelar saat ngabuburit bersama teman-teman mahasiswa dari Universitas Nasional (UNAS) jumat sore kemarin (5/10). Dimotori oleh Didiet Adiputro yang juga bertindak selaku moderator, Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik UNAS menggelar sebuah diskusi terbuka dengan tema Presiden Kita: Kriteria Orang Biasa dan Pilpres 2009.

WW menyatakan bahwa kita boleh memilih yang terbaik dari pilihan yang ada, siapa pun orangnya, asalkan dengan ‘cinta’ kita tidak membiarkan yang terpilih berjalan sendiri. Kritik membangun bisa digunakan untuk mewujudkan cinta tersebut. Jangan menunggu 5 tahun lagi atau mengharapkan pemilu berikutnya untuk memperoleh perubahan menuju keadaan yang lebih baik. Tunjukkan kepedulian sebagai orang biasa yang mendambakan hidup tenang dan keinginan untuk maju dengan tetap menghargai hak setiap pribadi yaitu dengan bersedia mengkritik dan bersuara.

Komunikasi yang baik juga turut menentukan langgeng tidaknya popularitas seorang pemimpin (presiden -red). Seperti dicontohkan bahwa Soekarno dan Soeharto pada awalnya sukses menyampaikan pemikirannya dengan sangat komunikatif tapi pada akhirnya komunikasi tidak dibina dengan baik akhirnya terjadi penurunan popularitas yang mengakibatkan bergesernya keberpihakan rakyat. Melihat pentingnya peran komunikasi tersebut, para calon mendatang tidak bisa hanya bergantung pada media tradisional sebagai satu-satunya alat kampanye, tapi harus mulai mengoptimalkan media non-tradisional misalnya seperti media blog.

Sore itu, ruangan Student Centered Learning dipadati oleh sekitar 5o an mahasiswa yang sangat antusias untuk bertukar argumen dengan Wimar Witoelar yang memang menaruh perhatian cukup besar dalam proses pemilihan presiden mendatang. WW menjelaskan bahwa momen diskusi ini penting bagi orang biasa karena ini akan membuka ruang bagi mereka untuk mempersiapkan diri menghadapi pemilihan presiden 2009. “Kalau sejak awal dipersiapkan maka pilihan itu akan semakin banyak dan orang biasa bisa turut berkontribusi,” papar mantan juru bicara kepresidenan pada zaman gus Dur.

Orang biasa diharapkan ikut serta dalam pemilihan presiden mendatang, boleh jadi salah satu calonnya. “Menang kalah tidak jadi soal, yang penting keikutsertaan orang biasa tersebut dalam pilpres mendatang berdampak dan mampu mewarnai proses pemilihan presiden 2009”, jelas WW.

“Sebenarnya kriteria presiden seperti apa yang sesuai dengan harapan orang biasa?” tanya Sofi, mahasiswi Ekonomi Manajemen. Menurut WW, sederhana saja kriterianya, yang penting pemimpin tersebut disukai orang. Lebih lanjut ditambahkan bahwa presiden terpilih tidak bergantung pada dikotomi etnisitas. Selama para calon menunjukkan kepada publik bahwa mereka patut dan layak dipilih maka apapun latar belakangnya akan diterima oleh para pemilih.

Diskusi singkat selama satu jam ini agaknya cukup dijadikan sebagai momentum pembuka pesta demokrasi terakbar 2009 mendatang. “Ini merupakan kesempatan untuk menyederhanakan politik agar dapat diterima dan dipahami oleh orang biasa karena sebenarnya negara itu tidak penting, yang paling penting adalah pemberdayaan masyarakatnya”, jelas pendiri partai Orang Biasa ini sambil menutup diskusi. (LW)




Blogger’s Party

27 09 2007

Hmmmm…

Just 1 hour ahead i will attend a press conference about blogger party…

Surprise for me getting there!

I just having a blog for a week and i will meet the real bloggers in this country…

Wish me luck and….

see you later on the next strory!!!

I’m so excited……..

updated (9.55 pm)

button-pb-001pestablogger.jpg

 

 

Report tentang Media Briefing Pesta Blogger 2007
Anomali Coffee (27/09) Menyambut Pesta Blogger 2007 yang akan diselenggarakan 27 oktober 2007 mendatang,Komite Pesta Blogger 2007 yang diketuai oleh Enda Nasution ini menyelenggarakan buka puasa bersama media di anomali Coffee, kebayoran Baru kamis malam ini. Acara ini khusus diadakan untuk mengumumkan secara resmi Pesta akbar ajang kumpul para blogger di Indonesia. Acara ini didukung secara positif oleh Menkoinfo. Dimana beliau menyatakan bahwa blogging merupakan aktivitas paling positif bagi masyarakat dalam menyikapi hadirnya teknologi internet yang dijanjikan akan segera merambah ke seluruh pelosok tanah air.

Hadir pada kesempatan ini Director of Maverick, Ong Hock Chuan selaku pihak pencetus acara ini,juga steering Committee, yaitu Budi Putra, Wimar Witoelar, Lita Mariana, Nukman Luthfie, Priyadi Nurcahyo, Ratna Arianti, dan Wicaksono. Adapun media yang hadir dalam media breifing ini adalah The Jakarta Post, Tempo, KCM, Rileks.com, Warta Ekonomi, Persda, dan Surya.

Pesta blogger 2007 yang bertemakan Suara Baru indonesia ini merupakan acara kumpul-kumpul bloggers berskala nasional pertama di Indonesia dan rencananya akan diselenggarakan di Hard Rock Cafe jakarta dan akan dihadiri oleh sekitar 200 bloggers Indonesia.

Bermula dari sebuah ide akan pentingnya pemberian identitas bagi bloggers di Indonesia, dimana aktivitas blogging merupakan wujud kontribusi terhadap masyarakat Indonesia pada umumnya. term “Suara Baru” digunakan untuk menggambarkan kehadiran blog sebagai media baru dengan tools baru, paradigma baru. Di dunia blog, penulis tidak lagi dianggap sebagai seorang expert (paling tahu), tapi blog bersifat transparat, interaktif dan sifatnya komunal.

Blogger’s Party

Acara temu media yang dikemas secara santai dan informal ini diawali dengan sambutan dari Enda Nasution yang telah mengawali aktivitas blogging sejak 2001 dan sekaligus menjadi pelopor blogger Indonesia. “Saya sangat mendukung munculnya para blogger indonesia,” ujar blogger yang sempat berdomisili di Bangkok ini.

Budi Putra melanjutkan sharing pengalaman menjadi seorang blogger, dimana dia sangat mendorong adanya blog-blog tematik sehingga positioning blog menjadi lebih jelas dan menarik para pembaca.

Pada kesempatan ini Wimar Witoelar yang secara spontan diminta untuk berbagi pengalaman sebagai seorang blogger senior memaparkan bahwa blog itu sebenarnya sangat bergantung pada kualitasnya. Tahun 1996, WW sebenarnya sudah memulai aktivitas blogging, namun baru menyadari akan identitasnya sebagai seorang blogger pada tahun 2006, saat Budi Putra menyebutnya sebagai seorang blogger. “Jadi saya baru sadar kalau saya ini seorang blogger, waktu Budi Putra bilang kalau saya itu blogger,” ujar pemilik perspektif.net ini. WW menambahkan lebih lanjut bahwa dirinya sangat bangga disebut sebagai seorang blogger. Sampai dia langsung mendeklarasikan identitas barunya dalam blog yang didesain oleh putranya sendiri. Menurut WW, blog adalah sebuah media yang sangat ideal bagi setiap orang, dimana blog itu otonom dan independent. Melalui blog juga tercipta citizen journalism, dimana setiap orang bebas berpendapat. “I’m proud to be a blogger,” tegasnya.

Wartawan dari the Jakarta Post menanyakan secara khusus kepada WW mengenai kehadiran blog sebagai tantangan terhadap media tradisional. Dijawab WW dengan lugas bahwa dalam setiap permainan pasti ada kompetisi, dimana saat ini yang berkompetisi adalah media tradisional VS blog. Disini media yang akan bertahan dalam kompetisi adalah media yang terbuka dan selalu mengikuti trend yang ada. Media tersebut pasti maju. dicontohkan dengan New York Times, yang saat ini juga menggunakan blog dan tidak hanya menggantungkan pada media tradisional saja. Terbukti, blognya lebih disukai daripada edisi cetaknya.

Mengenai prosedur untuk berpartisipasi dalam pesta akbar tersebut dijelaskan oleh Enda bahwa seluruh blogger indonesia berhak ikut serta, namun untuk kesempatan ini terbatas bagi 200 bloggers. dimana dari 200bloggers yang akan hadir dalam acara tersebut, 100 bloggers akan diubdang secara khusus oleh Komite pesta Blogger 2007, sementara 100 tempat berikutnya akan diberikan kepada para bloggers yang mendaftarakan diri lewat situs resmi Pesta bloggers 2007 yaitu http://pestabloggers.com/ dengan sistem first come first serve.

Written by: LW (http://lidyawangsa.wordpress.com/)

Keterangan (untuk tambahan):

  • juga dibahas masalah etika blogging, Budi Putra menjelaskan bahwa memang tidak ada aturan secara tertulis mengenai etika blogging. Tapi, pada daasarnya etika penulisan di blog sama dengan penulisan di media tradisional.

  • Priyadi, salah seorang anggota steering committee menjelaskan ada perbedaan mendasar antara media mainstream dengan media blog yang kurang dipahami oleh masyarakat awam, dimana kalau di media mainstream wartawan wajib menulis dari dua sisi (cover both side), sebaliknya jika di blog, penulis bebas menulis dari sisi manapun, tidak ada kewajiban untuk menulis dua sisi. Oleh karena itu, para pembaca blog sebaiknya secara aktif mencari informasi dari beberapa blog, untuk cek dan ricek informasi. Citizen Journalism bukan hanya tergantung pada satu blog saja tapi juga blog lain dan itu semua terkait dalam global sphere. Ini membutuhkan kedewasaan dari pembaca untuk cek dan ricek informasi. Yang sering menjadi penghambat dan menimbulkan permasalahan ketika para pembaca mengganggap blog sebagai media mainstream di internet.




Denias On Perspektif Baru

27 09 2007

Today, Ari Sihasale and Nia Zulkarnaen join the Perspektif Baru on Radio.

Conducted by Wimar Witoelar, Ari told about the latest film which winning a lot of awards, Denias.

True Story about the Papua’s Child who struggling for having school.

Ari was born in Papua which actually is Ambonese.. but He stated that his home land is Papua.

Through this film, Ale (his nick name) wanna share the beauty of Papua and YES! you can see and feel it whenever you wacth the film…

For the next, Ale and Nia will make a new film with same core, the struggle of an educator on Jambi…

Surely, both of them are good person, so charming and have a goodwill for diging up the story of ordinary people…

Ari-Me-Nia




LW meets LW

25 09 2007

LW and LW

Finally I met him…

Yes, He is Luki Witoelar, WW’s lovely brother.

Yersterday (24th sept 07) I met him for the first time. He has same initial name with me… You know in IMX family, each member has an initial name so there is no gap anymore within the young and the old, senior - junior.

We met in special occassion, WW’s Give Thanks Party for his healthy condition.

All of the IMX’ers come and join, (except CL and Ipeh) with special guess Luki Witoelar and wife, SW and mba Sari, Cute Kirana, also Fira Basuki with her girl.

Nice party ;p

Nice to know you LW..




Small Report about The Wahid Institute

22 09 2007

 

The Wahid Institute (TWI) merayakan hari jadinya yang ketiga pada Sabtu 8 September 2007 disertai dengan peluncuran 5 buah buku mengenai Islam dan Gus Dur. Buku-buku yang diluncurkan tersebut yakni ‘Islam Kosmopolitan’ yang ditulis Gus Dur, ‘Politisasi Agama dan Konflik Komunal’ ditulis ahmad Suaibi, ‘2 Wajah Islam’ ditulis Stephen Sulaimana S, ‘Gus Dur Kebenaran dari pada Kekuasaan’ ditulis H Syarif Usman Yahya, dan ‘Gus Dur Asyik Gitu Loh’ yang ditulis penulis muda pesantren Maya Rosida.

the gate

Beberapa tokoh hadir dalam kesempatan ini seperti Wiranto, Muslim Abdurrahman, Wimar Witoelar dan Muhaimin Iskandar. Acara diawali dengan sambutan dari Direktur TWI Yenny Wahid, Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Muslim Abdurrahman dan Wimar Witoelar.

Puncak acara diisi dengan orasi budaya yang santai dan menggugah dengan gaya khas Gus Dur. Dalam orasinya Gus Dur mengungkapkan bahwa sejatinya Islam sangat dekat dengan pluralisme. Beliau juga menegaskan bahwa sejak tahun 1935 tepatnya dalam Muktamar NU ke-9 dinyatakan bahwa untuk melaksanakan Syarikat Islam tidak diperlukan Negara Islam. ”Oleh karena itu Soekarno pada tahun 1945 berani mengumumkan Pancasila,” tambah Gus Dur.

Gus Dur and me

Kyai Haji asal Jombang tersebut mengakhiri acara tersebut dengan mengajak seluruh hadirin untuk menyenandungkan sebuah lagu mengenai Islam [LW].


Note:

Adapun media yang memuat berita mengenai HUT ke-3 TWI yaitu detik.com dan Harian Kompas.

 

 

 

 

 

 




Here I’m in Jakarta!

19 09 2007

Some people said if you have a dream you must take a step foward for making it real. Having an internship at Jakarta is my first step to be closer to my dream, become a good communicator, smart, have a huge relations and network, and the biggest one is being an educator (not now…)

Yes, here I’m in Jakarta now, from Augt until Nov, 30th.

Here in Intermatrix Communications (IMX), for far information about IMX just click www.intermatrix.co.id…

IMX is one of the best PR consultant in Indonesia (as my knowledge of course ;p) and Media handling is our strength and most of the client are satisfied with our work….

Through this blog you can enjoy and join with me all experience I have and will get in Jakarta….

are you ready?

Let’s start….