Talk about Legacy*

15 04 2008

Warisan biasanya datang dari orang tua, kerabat yang telah tutup usia atau tengah mempersiapkan hari tua. Bicara tentang warisan, yamg paling hangat adalah warisan dinasti cendana. Uniknya, semua orang, baik kerabat atau bukan mendapat bagiannya masing-masing. Pembagian warisan tentunya bergantung pada si empounya harta dan umumnya meski dikatakan akan dibagi rata, kenyataannya tidak demikian. Pasti ada pihak-pihak yang merasa berhak memperoleh lebih, tapi tidak sebaliknya. Pihak yang mendapat lebih tidak akan mengembalikan kelebihannya. Ini memang manusiawi, manusia memang tidak mau rugi.

Kembali ke perbincangan awal, warisan Cendana. Saya termasuk orang “beruntung” yang memperoleh warisan. Warisan hutang, warisan sejarah yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Apakah Anda juga termasuk orang beruntung atau malah buntung. Tapi sekali lagi, warisan tidak akan berdampak bagi hidup ahli waris, jika tidak ditindaklanjuti dengan bijak. Banyak kasus, ahli waris yang kurang bijak menghambur-hamburkan harta hingga jatuh miskin. Contoh lain, anak seorang buronan mewarisi nama ayahnya yang kurang sedap, tapi pada akhirnya bisa menjadi orang sukses dan berhasil keluar dari bayang-bayang ‘warisan’ sang ayah. Nah, ‘bapak‘ telah pulang ke Yang Maha Kuasa, surat wasiatpun sudah dibacakan, setiap orang sudah mendapat bagiannya. Tinggal menunggu aksi berikutnya.

Selanjutnya terserah Anda.

*tulisan ini saya tulis dua hari setelah berpulangnya Soeharto, pada 27 Januari 2008 yang lalu, dan tersimpan rapi di dalam catatan handphone saya. Hehe, baru sempat hari ini saya up load. moga-moga masih hangat,,,,

Advertisements