Bekerja sama dengan Waktu

8 12 2008

Jika Anda ditanya, pekerjaan apa yang paling menjemukan di dunia? Sebagian besar orang pasti akan menjawab dengan hal yang sama. Apa itu? Saya yakin, anda pun akan setuju dengan saya, ya, yang paling menjemukan adalah MENUNGGU.

Menunggu air mendidih, menunggu antrean laundry, menunggu koneksi internet yang lamban, menunggu panggilan pekerjaan, menunggu kedatangan tamu, sampai menunggu seseorang memberikan titik dalam kalimat super panjang yang diucapkannya, dan selanjutnya, silakan ditambahkan sendiri menurut versi Anda.

Bagi saya yang seorang “pengangguran” ini, menunggu kejelasan kapan Bank ‘itu’ memanggil saya untuk mulai training adalah hal yang membawa saya kepada tingkat kejemuan, yang kian hari kian menggila.

Memang sudah nature manusia, ingin segala sesuatu menjadi pasti dan jelas. Bahkan, kalau bisa kita tahu kapan itu terjadi. Semisal seperti kejelasan tentang, kapan jodoh datang, siapa orangnya, kapan menikah, kapan punya anak, kapan naik pangkat, kapan gaji naik, kapan mulai kerja.

Tapi, siang ini saya mulai merenungkan, dan mulai berpikir, apa jadinya jika saya tahu kapan semua yang saya sebut di atas terjadi. Pastinya orang akan menganugerahi saya gelar terhormat, yaitu peramal kondang. Beruntung saya bukan peramal, saya cuma orang biasa yang punya iman, niat serta kerja keras. Tentang kejelasan dan kepastian tentang segala sesuatu, kita serahkan kepada Tuhan saja, yang penting kita sudah berusaha sekuat tenaga.

Saya mulai berpikir keras, apa yang harus dilakukan supaya saya tidak terlena membuang waktu berharga ini, sebelum saya benar-benar terjun ke dunia kerja. Beberapa kegiatan sudah saya lakukan. Saya mulai belajar menyetir roda empat, kemarin manual dan hari ini automatic car. Dua minggu yang akan datang saya mulai memberikan kursus blogging ke adik kelas. Dan yang paling gress, besok saya akan main ke Jakarta selama seminggu.

Senang akhirnya, saya mulai bisa bekerja sama dengan waktu. Mempunyai lebih banyak waktu dengan keluarga di rumah, sebelum saya mulai terjebak dalam kesibukan dan rutinitas kerja yang pasti akan saya hadapi.


Actions

Information

9 responses

8 12 2008
soulharmony

pekerjaan yang paling menjemukan adalah cari ide buat posting

8 12 2008
Rita

Selamat atas kegiatan barunya dan slamat datang ke Jakarta…..

8 12 2008
isdiyanto

dibalik rasa sabar menunggu pasti ada sesuatu yang jauh lebih indah…

9 12 2008
tren di bandung

justru saya dapat pengalaman dari anak saya tentang menunggu.

http://trendibandung.wordpress.com/2008/11/24/tungguin-aza/

9 12 2008
unwinged.anang

waktu itu satu satunya modal utama yang dimiliki oleh semua orang dengan jumlah yang sama. baik bos, karyawan, atau pengangguran, semua punya 24 jam. tinggal bagaimana menggunakan 24 jam itu dengan sebaik baiknya.

jangan sia siakan waktu, karena waktu takkan kembali!
selamat buat kegiatan barunya🙂

12 12 2008
abeeayang

kata orang, time is money….
dan memang waktu sangat berharga banget, sayang kalok di sia-siain… 😀
*lama gak update blog yaks?* :mrgreen:

15 12 2008
thefachia

Agak sulit buat saya seperti itu..

tapi semaksimal mungkin waktu bsaya tetap di depan PC..🙂

30 12 2008
aCist

Selama kita berusaha, maka akan bisa bersahabat dengan waktu…betul g..?

10 10 2011
escort ulus

escort ankara escort bayan kiralama escort baya arkadaş escort baya kiralama ankara escort bayan kiralama escortsiteleri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: