Be Ready and Welcome to a Global Community!

25 03 2009

kompetiblogbadge-neo3

Saya mau kembali ke habitat saya sejenak… sudah sekian lama saya mendiamkan blog ini, huhuhuhu,,, gara-gara keranjingan update Facebook 😀 akhirnya jadi males untuk menulis. Jia you! Semangat!

Pagi ini akhirnya saya menemukan sebuah titik terang (ide tulisan tentang studi di Belanda). Jawa Pos hari ini memuat cerita tentang kawan kita, Nila Tanzil yang sukses menjadi “the only Indonesian who’s on the list of the top 50 applicants for The Best Job in The World contest. ” Hebat bukan!!!

Lebih menariknya lagi, saya baru tahu kalau Nila mulai blogging saat dia belajar di Belanda. Dari hobby blogging ini Nila mendapat personal branding yang luar biasa. Keberhasilannya mengikuti kontes bergengsi tersebut juga tidak lepas dari blogging. Lagi-lagi cikal bakalnya adalah BELANDA. Belajar di Belanda menginspirasinya untuk menuliskan berbagai pengalaman yang dia peroleh di sana.

Menarik bukan?

Bicara tentang studi di Belanda tidak akan ada habisnya. Banyak orang bermimpi dan berandai-andai ingin belajar di sana, sembari berfoto di ladang Tulip, di bawah Kincir Angin, dan melihat keindahan alam lainnya. Namun, acapkali mimpi itu terhalang oleh sebuah tembok, yaitu bahasa Belanda.

“Aduuh, gimana nih, aku ga bisa Belanda sama sekali!”

Tenang… tenang… jika Anda orangnya, tidak perlu takut dengan kendala bahasa. Saat ini ada banyak program internasional yang ditawarkan dengan panduan Bahasa Inggris. Jadi Anda tidak perlu risau tentang Bahasa Belanda.  Kemudahan ini semakin membuka peluang bagi kita yang mau belajar di  Belanda tanpa batas budaya maupun bahasa.

Be Ready and Welcome to a Global Community!





Titik Terang

10 03 2009

dapat dari temanSelamat pagi dunia, akhirnya saya kembali ke jalan yang benar, kembali menulis dan menulis. Setiap orang mendambakan kepastian dan sebuah TITIK TERANG saat diperhadapkan pada banyak pilihan atau bahkan jalan buntu. Ada yang bingung tanya kanan kiri, ada yang pasrah saja diam tak berkutik, ada yang bergerilya mencari jawaban, dan lain sebagainya. Manusia memang unik. Diciptakan sebagai makhluk yang indah dan berakal pikiran membuatnya memiliki kehendak bebas (free will). Kehendak bebas inilah yang memungkinkan seseorang untuk memilih. baik memilih untuk menjadi seorang pemenang atau sebaliknya menjadi seorang pecundang.
Untuk menemukan sebuah titik terang, seseorang diharuskan untuk berhadapan dengan banyak pilihan. Bayangkan saja seperti orang yang sedang tersesat di tengah hutan, tidak membawa kompas dan hanya berbekal intuisi semata. Dia harus menentukan pilihan dengan benar, mau belok kanan kah, atau belok kiri kah, atau bagaimana. Yang pasti, pintu keluar dari hutan itu tetap pada tempatnya. Tinggal bagaimana cara untuk menemukannya.
Saya sedang berjalan menyusur jalan, setapak demi setapak, berbekal tekad dan intuisi dari-Nya, saya melangkah dan terus melangkah demi sebuah titik terang.