Misteri Hujan

25 07 2009

Apa yang muncul di benak anda saat turun hujan? Bersyukur ataukah mengeluh. Manusia yang aneh, diberi panas ngomel, disiram hujan juga ngomel. Lalu maunya apa?

Siang ini saya terpaksa membatalkan satu acara gara-gara hujan. Padahal sudah siap berangkat. Ternyata hujan turun deras sekali.  “Emang ini musim apa sih, kok masih turun hujan??” tanyaku kesal.

Saya langsung berganti baju dengan baju rumah dan mulai membuka novel yang belum sempat saya baca sejak sebulan yang lalu. Misteri Soliter, sebuah fiksi filsafat yang ternyata menarik. Mengajak kita berpikir, tentang asal muasal manusia, siapa pencipta kita. Pertanyaan sederhana yang mungkin sudah terlupakan oleh manusia pada umumnya. Sambil menghirup secangkir teh hangat, saya membuka tiap lembarnya dengan antusias.

Saya belajar memaknai hujan dengan pendekatan “Misteri Soliter.” Hujan turun bukan tanpa sebab. Tanpa hujan, udara akan semakin panas dan pengab, air tanah akan mengering dan tanaman akan semakin gersang. Gara-gara hujan, saya akhirnya menyempatkan diri untuk membaca novel yang sejak dibeli belum pernah disentuh. Gara-gara hujan, saya bisa menikmati istirahat saya sambil ‘menengok” blog ini yang sudah lama terlantar akibat kesibukan dan kemalasan pemiliknya.

I love rainy day! I love its smell!





Menikmati waktu

27 05 2009

Genap sebulan sudah saya tinggal di Bintaro. Waktu serasa terbang dan yang pasti saya menikmatinya. Kalau sebelumnya saya bergumul dengan tanggal dan kepastian kapan diriku berangkat ke Jakarta, sekarang saya bergumul dengan test demi test yang harus dilewati dan harus berhasil. Kalau gagal ya tinggal bilang selamat tinggal saja.

Teman-teman baru dari beragam latar belakang, Bintaro yang asri dan dingin, semakin membuat diriku betah tinggal di sini.

Satu hal baru yang saya pelajari selama sebulan disini,

“bukan tanpa maksud Tuhan membiarkan kita menunggu waktu-Nya, karena DIa punya maksud dan rencana indah buat mereka yang setia berharap dan berusaha.”





13, angka sial kah?

11 06 2008

Jawabannya bisa iya bisa tidak. Iya jika Anda percaya tahyul, tidak kalau Anda percaya pada kekuatan tekad dan doa. Dalam tekad ada usaha keras yang terfokus pada goal yang jelas. Saya pribadi termasuk orang yang tidak percaya tahyul. Tanggal 13 Juni besok merupakan hari baik saya. Bahkan pada jam yang hampir bersamaan bakal terjadi dua peristiwa yang mengubah saya. Peristiwa pertama, akan terjadi jam 12 siang yaitu deadline skripsi, hidup mati seorang calon sarjana. Peristiwa kedua, akan terjadi 1 jam berikutnya  :)), yaitu tanda tangan MOU dengan sebuah bank swasta, yang katanya sekarang menjadi bank terbesar kelima di Indonesia.

Puji Tuhan, hanya dua kata ini yang keluar dari mulutku berulang-ulang. For He has prepared and given the best way, special for me. Semua hari pada dasarnya adalah baik, termasuk tanggal 13. Tinggal bagaimana cara kita mengisi hari-hari tersebut.

So, masih sial kah angka 13?





Blogging Means… everything?

8 06 2008

Share our experiences to other, let others know about your opinion, a place for being narcist ?!! Get new friends… Or winning N73? and so on.

Yes! So many things happen in my life begin from blogging activity. Having an honorable achievement on Blogger Party last year, my lecturers chosen me to join the study exchange program. Started on July 21st 2008, I will attend a class at Auckland University for 5 weeks.

More about my preparation?

To be continued…





Talk about Legacy*

15 04 2008

Warisan biasanya datang dari orang tua, kerabat yang telah tutup usia atau tengah mempersiapkan hari tua. Bicara tentang warisan, yamg paling hangat adalah warisan dinasti cendana. Uniknya, semua orang, baik kerabat atau bukan mendapat bagiannya masing-masing. Pembagian warisan tentunya bergantung pada si empounya harta dan umumnya meski dikatakan akan dibagi rata, kenyataannya tidak demikian. Pasti ada pihak-pihak yang merasa berhak memperoleh lebih, tapi tidak sebaliknya. Pihak yang mendapat lebih tidak akan mengembalikan kelebihannya. Ini memang manusiawi, manusia memang tidak mau rugi.

Kembali ke perbincangan awal, warisan Cendana. Saya termasuk orang “beruntung” yang memperoleh warisan. Warisan hutang, warisan sejarah yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Apakah Anda juga termasuk orang beruntung atau malah buntung. Tapi sekali lagi, warisan tidak akan berdampak bagi hidup ahli waris, jika tidak ditindaklanjuti dengan bijak. Banyak kasus, ahli waris yang kurang bijak menghambur-hamburkan harta hingga jatuh miskin. Contoh lain, anak seorang buronan mewarisi nama ayahnya yang kurang sedap, tapi pada akhirnya bisa menjadi orang sukses dan berhasil keluar dari bayang-bayang ‘warisan’ sang ayah. Nah, ‘bapak‘ telah pulang ke Yang Maha Kuasa, surat wasiatpun sudah dibacakan, setiap orang sudah mendapat bagiannya. Tinggal menunggu aksi berikutnya.

Selanjutnya terserah Anda.

*tulisan ini saya tulis dua hari setelah berpulangnya Soeharto, pada 27 Januari 2008 yang lalu, dan tersimpan rapi di dalam catatan handphone saya. Hehe, baru sempat hari ini saya up load. moga-moga masih hangat,,,,





How Romantic are You?

13 02 2008

Sehari menjelang Hari Kasih Sayang, tanpa sengaja saya menemukan secarik kertas berisi coretan yang pernah saya buat. Tepatnya kapan saya menulisnya saya sudah tidak ingat lagi, tapi yang jelas, catatan yang saya buat cepat-cepat ini, sepertinya punya makna khusus kalau tidak ya berarti cuma iseng.

Sejak dulu saya suka menulis secara spontan. Baik itu hasil melamun atau hasil membaca, saya suka menyimpannya dalam bentuk coretan di secarik kertas karena saya yakin akan kekuatan sebuah tulisan. Memori otak kita sering kali terbatas untuk mengingat hal-hal indah yang harusnya perlu kita ingat.

Ya, saat membaca coretan ini, saya ingat telah mengutipnya dari sebuah artikel. Sepertinya dulu saya menyalinnya untuk dibuat hiasan dinding dan menuliskan cuplikan itu di dalamnya. Bunyinya seperti ini:

How Romantic Are You?
1.Aku tidak butuh tahu tentang seseorang cukup lama sebelum jatuh cinta padanya.
2.Jika aku sedang jatuh cinta dan menjalin kasih, aku akan berkomitmen pada pasangan sekalipun orangtua dan teman tidak setuju dengan hubungan itu.
3.Sekali aku mengalami cinta sejati, aku tidak akan pernah mengalami cinta yang sama dengtan orang lain.
4.Aku percaya cinta sejati akan kekal.
5.Jika aku mencintai seseorang, aku tahu aku akan dapat menjalin hubungan dengan baik, menyingkirkan kelemahanku.
6.Saat menemukan cinta sejatiku, kemungkinan besar aku menyadarinya sesaat setelah kami bertemu.
7.Aku yakin bahwa setiap hal baru yang aku pelajari dari orang yang kupilih untuk saling berkomitmen adalah menyenangkan bagiku.
8.Hubungan yang aku miliki bersama cinta sejatiku akan mendekati sempurna.
9.Jika aku mencintai seseorang, aku akan menemukan cara untuk menciptakan kebersamaan, meski rintangan menghadang (seperti jarak, pihak yang menentang).
10.Hanya ada satu cinta yang sungguh-sungguh nyata bagiku.
11.Jika hubungan sangat berharga, segala rintangan pasti teratasi.
12.Saya kayaknya jatuh hampir seketika…

Setelah saya baca dan baca lagi, sampai mengetiknya kembali, saya merasa bersyukur karena tulisan ini belum sempat saya buat hiasan. Dua belas butir pernyataan yang katanya romantis ini, kalau boleh dibilang agak menyesatkan. Si penggagas hanya mematokkan kebahagiaan yang berpusat pada diri sendiri. Aku, aku dan aku, sampai-sampai tidak ambil pusing meski orang tua dan teman tidak memberi restu. Padahal dalam sebuah hubungan romantis yang sehat, dibutuhkan dukungan dari banyak pihak.
Ini sih pendapat pribadi saya yang kurang sepaham dengan penulis artikel di atas, tapi mungkin dari Anda ada yang setuju, ya terserah sajalah.

So, How romantic are You?

Hanya Anda dan pasangan yang tahu jawabannya.

Happy Valentine’s Day…





Bukan Sekedar Pesta

2 11 2007

Bagi saya, Pesta Blogger 2007 kemarin bukan sekedar pesta. Jujur, PB2007 membuka sebuah pintu masuk pada “dunia baru” bagi seorang Lidya Wangsa. Mulai dari masuk Metro TV dan O Channel, sampai diwawancarai oleh Harian Kontan, untuk sekedar meramaikan pemberitaan mengenai kopi darat akbar blogger Indonesia.

Meski ada beberapa pihak sempat pesimis dan skeptis terhadap acara ini, saya pribadi sangat bangga sudah menjadi bagian dari PB2007. Apalagi pulang dengan mengantongi hape baru yang memang saya idamkan sejak lama, tapi esensi pentingnya bukan itu. Lewat PB2007 saya bisa mengukir prestasi baru dan membuktikan bahwa perjalanan saya ke Jakarta bukan tanpa hasil, tapi sangat penuh warna dan mungkin tidak dapat diperoleh jika saya tetap ada di Surabaya. Bukan berarti saya mengecilkan daerah saya, tapi ini adalah fakta. Di Jakarta, semua akses lebih cepat, apalagi jika bergaul dengan orang yang berpengaruh.

STOP!

Mungkin anda mulai bingung dan tidak paham tentang apa yang sedang saya bahas. Oke, sekarang saya ajak anda untuk flash back, mundur setengah tahun yang lalu. Waktu dimana saya memutuskan untuk mengikuti program magang di Jakarta, tepatnya di Intermatrix, PR Consultant yang didirikan oleh Wimar Witoelar.

Keputusan untuk magang di luar kota ini sempat bikin kaget teman-teman kampus. Ada yang bilang, “ngapain Lid jauh-jauh, kalau aku yang dekt-deket aja.” Ada juga yang mendoakan, “semoga sukses ya.”

Amiiiiinnn…. Jawabku. Jadi, saya menerima banyak komentar, positif dan negatif. Tapi saya tak bergeming, tetap dengan keputusanku. Terbukti, hingga magang ini berjalan dua bulan (kurang satu bulan lagi, hiks), saya sudah mendapat banyak pengalaman menarik. Bertemu dengan orang baru dan kaya akan cerita.

Pastinya, PB2007 akan menjadi salah satu cerita paling menarik selama magang di Jakarta. Semoga tahun depan, jika diadakan lagi, saya bisa ikutan lagi, bukan dengan acara yang sama, tapi pasti lebih berwarna dan membuahkan hasil signifikan bagi perkembangan blogger dan aktivitas blogging di Indonesia.