Ngawur…

21 04 2009

Ada tiga pertanyaan yang muncul di benakku pagi ini:

1. Kenapa KPU harus beli komputer seharga 30 juta per unit???? Emang yang 7 jutaan aja ga bisa ya? Scaner apa pula harganya 25 juta??? Secanggih apa sih? Apakah sudah didukung operator yang canggih juga??
2. Bagaimana mungkin siswa yang sedang sakit bisa mengerjakan UNAS dengan maksimal, lha wong yang sehat aja belum tentu bisa mengerjakan dengan baik. Aneh-aneh saja. Ada pula yang lagi sekolah di rodeo, juga ikut UNAS. Sungguh tidak masuk di akal!
3. Perempuan Indonesia, sungguh malang nasibmu. Jadi buah bibir selama dua hari sebagai cover story di sebuah Harian terbesar di Jatim. Diperjualbelukan layaknya sapi perah.

Terus terang saya marah dan kecewa. Entah apa yang terjadi di Indonesia saat ini. Bagaimana mungkin uang bermiliar-miliar itu dibelanjakan untuk computer yang katanya canggih itu hanya untuk “Pesta” demokrasi? Memang kalau disebut sebagai pesta, tidak heran kalau konsepnya adalah pesta. Lihat saja sebuah pesta pernikahan. Ada makanan enak, ada hiburan musik, alat-alat semua minta yang baru. Gengsi kalau pakai yang bekas.

Sedang banyak manula mengantri BLT. Oknum-oknum yang katanya ahli di IT itu beli komputer baru yang harganya selangit. Huh!!! Kalau memang membuat semua jadi lancar ya ga papa. Yang jadi masalah di sini, sudah didukung peralatan canggih kok ya masih ga lancar. Saya disini bukan ingin menuding. Tapi mari kita renungkan sejenak.

Sempat muncul di benakku, bagaimana kalau diadakan sayembara, siapa yang bisa mengusulkan cara PEMILU yang efektif. Dari pada kampanye susah-susah, tetap saja saat pemilih harus mencontreng mereka masih bingung harus pilih yang mana. Saking bingungnya sampai banyak yang ngawur saat nyontreng (termasuk saya :P). Jangan heran kalau ada partai yang merasa mendapat dukungan eh ternyata saat dikalkulasi hasilnya nihil.

Lanjut, tentang UNAS. Aneh. Kenapa mereka yang sakit tidak dapat dispensasi? kenapa mereka yang masih sekolah di RODEO tetap harus ikut UNAS? Apakah mungkin, materi yang diujikan di UNAS masih nyantol di benak mereka? Kenapa tidak diadakan ujian lain saja sebagai persyaratan lulus.

Saya melihat ada persamaan antara mencontreng surat suara dengan mengisi jawaban UNAS. Bagi mereka yang tidak ngeh harus milih siapa, akan nyontreng dengan seenaknya. Sama halnya dengan MA, siswa yang sekarang mendekap di rutan, saya yakin (bukan maksut meremehkan) dia tidak akan siap menghadapi UNAS, jadi mengisi jawabanan pun asal. Juga siswa yang sedang di Rumah sakit, boro-boro belajar, mikirin tangan yang masih di gips aja ga habis-habis.

Masalah terakhir adalah tentang BIBIR Manado, yang lagi jadi headline di JAWA POS. Miris saya membaca hasil investigasi itu. Kenapa perempuan bisa dan mau diperlakukan seperti itu. Ya bisa dan mau. mengapa saya bilang begitu. Karena ada yang diperalat dan ada yang dengan keinginan sendiri gara-gara silau dengan materi.

OOOOOh tidak! Dunia semakin carut marut! Sementara “peserta” Pesta Demokrasi pusing dengan Koalisi dan Kursi, rakyat pusing dengan urusan perut. Kalau sudah begini, semua jadi ngawur. Contreng ngawur, ngisi jawaban UNAS pun ngawur.





When Facility meets Quality

11 04 2009

kompetiblogbadge-neo3Belajar. Tak ada matinya! Hidup adalah suatu proses pembelajaran. Sejak kecil kita belajar merangkak, minum, makan, mengenal ayah, menulis abjad, sampai belajar untuk mencintai seseorang.

Dari proses belajar kita akan semakin bertumbuh dan menjadi ORANG yang sesungguhnya. Orang yang mengerti untuk mengambil sikap dan tindakan yang tepat di segala situasi dan kondisi.

Menjadi orang bijak bicara tentang bagaimana kelihaian seseorang menempatkan diri, baik dalam bertutur dan bertindak. Tutur bahasa menentukan ”kelas” seseorang. Bukan materi belaka yang bicara, lebih dari itu pemilihan kata dan gaya bicara yang santun melampaui segala materi yang ada.

Belajar bisa dimana saja dan kapan saja. Yang penting adalah bagaimana menggunakan kesempatan yang ada untuk belajar segiat-giatnya. Belajar di Belanda, salah satu peluang emas bagi kita untuk menemukan kesempatan demi kesempatan untuk belajar.

Pengalaman itu akan terpatri jelas dalam tindak tanduk seseorang. Belanda sebuah negara modern yang sarat dengan budaya lokal tidak asing bagi orang Indonesia. Mengenal Belanda bukan hanya sebagai penjajah, tetapi pewaris ilmu yang luar biasa.

Saya ingin mengejar peluang emas itu. Meski hanya dua minggu, saya percaya berangkat dan pulang akan berbeda. Apalagi untuk memasuki era globalisasi, jangan menutup diri terhadap pergaulan internasional, jangan sampai jadi ”kuper”. Ada banyak pilihan studi yang ditawarkan di Belanda, tinggal menyesuaikan dengan minat dan bakat. Belanda menjadi tempat yang tepat bagi anda untuk belajar, dimana fasilitas dan kualitas bertemu.





Be Ready and Welcome to a Global Community!

25 03 2009

kompetiblogbadge-neo3

Saya mau kembali ke habitat saya sejenak… sudah sekian lama saya mendiamkan blog ini, huhuhuhu,,, gara-gara keranjingan update Facebook 😀 akhirnya jadi males untuk menulis. Jia you! Semangat!

Pagi ini akhirnya saya menemukan sebuah titik terang (ide tulisan tentang studi di Belanda). Jawa Pos hari ini memuat cerita tentang kawan kita, Nila Tanzil yang sukses menjadi “the only Indonesian who’s on the list of the top 50 applicants for The Best Job in The World contest. ” Hebat bukan!!!

Lebih menariknya lagi, saya baru tahu kalau Nila mulai blogging saat dia belajar di Belanda. Dari hobby blogging ini Nila mendapat personal branding yang luar biasa. Keberhasilannya mengikuti kontes bergengsi tersebut juga tidak lepas dari blogging. Lagi-lagi cikal bakalnya adalah BELANDA. Belajar di Belanda menginspirasinya untuk menuliskan berbagai pengalaman yang dia peroleh di sana.

Menarik bukan?

Bicara tentang studi di Belanda tidak akan ada habisnya. Banyak orang bermimpi dan berandai-andai ingin belajar di sana, sembari berfoto di ladang Tulip, di bawah Kincir Angin, dan melihat keindahan alam lainnya. Namun, acapkali mimpi itu terhalang oleh sebuah tembok, yaitu bahasa Belanda.

“Aduuh, gimana nih, aku ga bisa Belanda sama sekali!”

Tenang… tenang… jika Anda orangnya, tidak perlu takut dengan kendala bahasa. Saat ini ada banyak program internasional yang ditawarkan dengan panduan Bahasa Inggris. Jadi Anda tidak perlu risau tentang Bahasa Belanda.  Kemudahan ini semakin membuka peluang bagi kita yang mau belajar di  Belanda tanpa batas budaya maupun bahasa.

Be Ready and Welcome to a Global Community!





Titik Terang

10 03 2009

dapat dari temanSelamat pagi dunia, akhirnya saya kembali ke jalan yang benar, kembali menulis dan menulis. Setiap orang mendambakan kepastian dan sebuah TITIK TERANG saat diperhadapkan pada banyak pilihan atau bahkan jalan buntu. Ada yang bingung tanya kanan kiri, ada yang pasrah saja diam tak berkutik, ada yang bergerilya mencari jawaban, dan lain sebagainya. Manusia memang unik. Diciptakan sebagai makhluk yang indah dan berakal pikiran membuatnya memiliki kehendak bebas (free will). Kehendak bebas inilah yang memungkinkan seseorang untuk memilih. baik memilih untuk menjadi seorang pemenang atau sebaliknya menjadi seorang pecundang.
Untuk menemukan sebuah titik terang, seseorang diharuskan untuk berhadapan dengan banyak pilihan. Bayangkan saja seperti orang yang sedang tersesat di tengah hutan, tidak membawa kompas dan hanya berbekal intuisi semata. Dia harus menentukan pilihan dengan benar, mau belok kanan kah, atau belok kiri kah, atau bagaimana. Yang pasti, pintu keluar dari hutan itu tetap pada tempatnya. Tinggal bagaimana cara untuk menemukannya.
Saya sedang berjalan menyusur jalan, setapak demi setapak, berbekal tekad dan intuisi dari-Nya, saya melangkah dan terus melangkah demi sebuah titik terang.





Selalu Ada yang Baru di Tahun Baru

31 12 2008

Pasti ada yang baru dan selalu ada yang baru di tahun yang baru. (maap kalau kebanyakan kata “baru”-nya :P).

Kalau boleh saya bikin list, apa-apa saja yang baru menjelang tahun 2009. Ini dia daftarnya:

  1. rambut baru,
  2. mama ga mau lagi pakai pembantu di rumah,
  3. nama ku berubah, sekarang ada gelarnya, hehehe, LIDYA WANGSA, S.SOS (cieeee LOL),
  4. pasang indovision, gara-gara astro distop,
  5. les mandarin, mulai 5 january 09,
  6. dst….

Daftar di atas hanya sekadar intermezzo, teman boleh membuat daftar sendiri.

Akhirnya, Selamat menempuh tahun yang baru, tetap berusaha dan beriman kepada Tuhan. Tanpa iman, usaha yang dilakukan manusia adalah usaha mengumpulkan keringat belaka tanpa hasil yang jelas.

Terima kasih teman, untuk doa dan dukungannya selama tahun 2008 kemarin. Maafkan segala kealpaan yang pernah saya perbuat. Semoga, tahun 2009 menjadi tahun penuh berkat dan kelimpahan. Amin.

I Love u Jesus!!!





Bekerja sama dengan Waktu

8 12 2008

Jika Anda ditanya, pekerjaan apa yang paling menjemukan di dunia? Sebagian besar orang pasti akan menjawab dengan hal yang sama. Apa itu? Saya yakin, anda pun akan setuju dengan saya, ya, yang paling menjemukan adalah MENUNGGU.

Menunggu air mendidih, menunggu antrean laundry, menunggu koneksi internet yang lamban, menunggu panggilan pekerjaan, menunggu kedatangan tamu, sampai menunggu seseorang memberikan titik dalam kalimat super panjang yang diucapkannya, dan selanjutnya, silakan ditambahkan sendiri menurut versi Anda.

Bagi saya yang seorang “pengangguran” ini, menunggu kejelasan kapan Bank ‘itu’ memanggil saya untuk mulai training adalah hal yang membawa saya kepada tingkat kejemuan, yang kian hari kian menggila.

Memang sudah nature manusia, ingin segala sesuatu menjadi pasti dan jelas. Bahkan, kalau bisa kita tahu kapan itu terjadi. Semisal seperti kejelasan tentang, kapan jodoh datang, siapa orangnya, kapan menikah, kapan punya anak, kapan naik pangkat, kapan gaji naik, kapan mulai kerja.

Tapi, siang ini saya mulai merenungkan, dan mulai berpikir, apa jadinya jika saya tahu kapan semua yang saya sebut di atas terjadi. Pastinya orang akan menganugerahi saya gelar terhormat, yaitu peramal kondang. Beruntung saya bukan peramal, saya cuma orang biasa yang punya iman, niat serta kerja keras. Tentang kejelasan dan kepastian tentang segala sesuatu, kita serahkan kepada Tuhan saja, yang penting kita sudah berusaha sekuat tenaga.

Saya mulai berpikir keras, apa yang harus dilakukan supaya saya tidak terlena membuang waktu berharga ini, sebelum saya benar-benar terjun ke dunia kerja. Beberapa kegiatan sudah saya lakukan. Saya mulai belajar menyetir roda empat, kemarin manual dan hari ini automatic car. Dua minggu yang akan datang saya mulai memberikan kursus blogging ke adik kelas. Dan yang paling gress, besok saya akan main ke Jakarta selama seminggu.

Senang akhirnya, saya mulai bisa bekerja sama dengan waktu. Mempunyai lebih banyak waktu dengan keluarga di rumah, sebelum saya mulai terjebak dalam kesibukan dan rutinitas kerja yang pasti akan saya hadapi.





Laskar Pelangi

26 09 2008

Niatnya nonton premier Laskar Pelangi (LP), 25 Sept di Surabaya Plaza, tapi apa daya, ga kebagian tiket. Terpaksa nonton keesokan harinya. Saya sudah cek bagian informasi penjualan tiket, katanya ticket box baru akan dibuka jam 11. Rencana mau nonton di Surabaya Plaza. Habisnya murah sih, cuma 10 rb!Buru-buru saya naik angkot bersama adik tercinta untuk menyaksikan LP. “ayo Ita, cepetan donk, tar telat!” omelku memburu waktu. Sampai di depan ticket box, ternyata tiket untuk hari itu sudah ludes. Fiuh, padahal nanti malam saya sudah harus mudik ke kampung halaman, Jember, dan  yang saya tahu, LP ga bakalan diputar di bioskop Jember. (sedihnya)

Apa pun yang terjadi saya harus nonton film LP! Langsung saya menelpon ke XXI Tunjungan Plaza, menanyakan apakah masih ada tiket yang tersisa. Syukur, masih ada yang tersisa. Sampai di Tunjungan, saya agak terkejut, saya lupa kalo ini hari Jumat! XXI 30rb, bukan 15rb. Ups, untung bawa uang lebih. Gpp, demi LP!

Sebelumnya, kira-kira 4-5 bulan yang lalu, saya sudah melahap habis Trilogi LP, dan sudah lama menantikan film ini. Entah ada kimia apa antara saya dan LP! Sampai-sampai setelah saya membaca LP saya langsung bercita-cita, suatu hari ingin mendirikan sekolah gratis bagi warga Jember yang kurang mampu. Semoga mimpi jadi kenyataan..

Di tengah perjalanan ke Tunjungan Ita bertanya, “Sebenernya film apaan sih ini Cie? film Hollywood aja ga dikejer kaya gini!” Pertanyan sederhana ini menggelitik saya. Apa sih istimewanya LP ketimbang film lain? Jujur saya memang bukan tipe orang yang rajin ke bioskop. Selama setahun mungkin bisa dihitung dengan jari, saya pernah nonton berapa kali.

Dengan tegas dan PD, padahal belum masuk ke bioskop saya menjawab pertanyaan Ita. Ita memang belum sempat membaca LP, tapi dua hari sebelumnya dia sudah membaca Edensor. Jadi saya sedikit menjelaskan isi cerita LP. LP menarik dan istimewa bagi saya karena:

1. LP punya “cerita” yang hidup,

2. Bercerita tentang perjuangan, pengorbanan, dan persaudaraan,

3. Menguak fakta tentang pendidikan Indonesia,

4. … (bisa diiisi dengan versi anda)