Lebaran: Euphoria Pulang Kampung

21 09 2009

Indahnya Ramadhan selalu dibarengi dengan tradisi pulang kampung alias mudik. Saya salah satu dari jutaan orang yang mudik. Tahun ini saya benar-benar merasakan euphoria mudik. Naik Bus. Ga percaya? Beneran. Saya ga bohong. Butuh 32 jam untuk membawa saya ke kampung. Tapi anehnya, euphoria lebaran memberikan energi yang luar biasa! 32 jam memang waktu yang sangat panjang, tapi NIKMAT! Rasa letih dan bokong yang panas lenyap entah kemana.
Sampai di rumah, mama sudah siap dengan seember air panas, katanya khusus disiapkan untuk merendam kakiku yang bengkak. Aha, aneh tapi nyata, meski duduk selama itu, kaki saya masih normal, tidak bengkak, tidak pegal linu. Mama bingung dan takjub. “Kamu kok bisa masih seger bugar gitu, padahal wes tak bayangkan kamu bakalan lemes dan lencu (kusut-red),” kata mama. Lagi-lagi inilah euphoria pulang kampung, saking bahagianya, perjalanan jauh terasa dekat.
Hal menarik yang saya pelajari kali ini adalah tentang “perasaan antusias dan gembira”. Asalkan itu ada dalam genggaman, niscaya hidup bakal lebih enteng dan mudah untuk dijalani.
So, be happy and keep in smile ๐Ÿ™‚
Happy Holiday everyone.