Misteri Hujan

25 07 2009

Apa yang muncul di benak anda saat turun hujan? Bersyukur ataukah mengeluh. Manusia yang aneh, diberi panas ngomel, disiram hujan juga ngomel. Lalu maunya apa?

Siang ini saya terpaksa membatalkan satu acara gara-gara hujan. Padahal sudah siap berangkat. Ternyata hujan turun deras sekali.  “Emang ini musim apa sih, kok masih turun hujan??” tanyaku kesal.

Saya langsung berganti baju dengan baju rumah dan mulai membuka novel yang belum sempat saya baca sejak sebulan yang lalu. Misteri Soliter, sebuah fiksi filsafat yang ternyata menarik. Mengajak kita berpikir, tentang asal muasal manusia, siapa pencipta kita. Pertanyaan sederhana yang mungkin sudah terlupakan oleh manusia pada umumnya. Sambil menghirup secangkir teh hangat, saya membuka tiap lembarnya dengan antusias.

Saya belajar memaknai hujan dengan pendekatan “Misteri Soliter.” Hujan turun bukan tanpa sebab. Tanpa hujan, udara akan semakin panas dan pengab, air tanah akan mengering dan tanaman akan semakin gersang. Gara-gara hujan, saya akhirnya menyempatkan diri untuk membaca novel yang sejak dibeli belum pernah disentuh. Gara-gara hujan, saya bisa menikmati istirahat saya sambil ‘menengok” blog ini yang sudah lama terlantar akibat kesibukan dan kemalasan pemiliknya.

I love rainy day! I love its smell!

Advertisements