Semua Bisa Jadi Satria Pelangi

3 11 2007

Greenpeace hadir karena

Bumi yang rentan ini perlu suara.

Bumi perlu solusi.

Bumi perlu perubahan.

Bumi perlu tindakan.”

(www.greenpeace.org/seasia/id)

Ya, bumi perlu pembelaan dan dukungan dari kita untuk beramai-ramai mengambil tindakan nyata, menyelamatkan bumi yang sedang sakit ini.

Dimotori oleh Greenpeace dengan aksinya, Forest Defender Camp (FDC), pembelaan bumi dilakukan secara perlahan tapi pasti. Acara kamp ini dibuka secara resmi pada hari Sabtu, 3 November 2007 di lapangan Monas dan akan berlangsung hingga 11 November 2007. Mereka yang merasa peduli terhadap keberadaan hutan, khususnya di Indonesia, bisa bergabung meramaikan acara ini mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.

Kamp kali ini menyuguhkan pameran, pertunjukkan musik sederhana, teater, tarian, talk show dan games seru mengenai keadaan hutan di Indonesia. Hadir sebagai nara sumber talk show, Wimar Witoelar dan Leony, bintang sinetron sekaligus penyanyi yang juga menjadi sahabat Greenpeace. Dipandu oleh Olga Lydia, talk show mengalir dengan hangat dan penuh makna, meski diwarnai dengan gerimis yang tak kunjung reda.

Saya tidak paham betul soal hutan, tapi saya peduli akan hutan, makanya saya ada di sini mendukung acara ini,” ujar Wimar Witoelar. WW juga menjelaskan bahwa biasanya orang yang peduli akan masalah hutan dan lingkungan hidup jarang yang bersinggungan dengan kekuasaan. Akibatnya mereka menjadi kelompok minoritas yang harus bekerja keras untuk meraih dukungan khalayak ramai. Ditambah lagi isu lingkungan hidup kurang menarik perhatian masyarakat pada umumnya. Oleh karenanya, para aktivis lingkungan hidup harus pandai-pandai menggunakan media untuk menyuarakan aksinya. “Melalui media, kita bisa menciptakan mainstream di tengah masyarakat akan pentingnya hutan,” ujar WW.

Leony yang hadir dengan menggunakan T-shirt khusus dari Greenpeace mengiyakan pendapat dari WW. “Memang, orang-orang sekarang agak kurang peduli pada lingkungan, jadi tugas kita semua untuk mulai menyebarluaskan masalah lingkungan ini, khususnya tentang hutan kita,” ujar mantan penyanyi cilik ini kalem.

Perwakilan dari Greenpeace, Bustar Maitar, juga menjelaskan bahwa FDC ini merupakan upaya internasional yang dilakukan Greenpeace untuk melindungi sisa hutan di dunia dan perubahan iklim global yang diharapkan nantinya akan menjadi pressure bagi negosiasi iklim Protokol Kyoto di Bali, Desember mendatang. “Kami saat ini mengajukan petisi kepada pemerintah dan sedang menggalang dukungan dari mereka yang peduli kepada hutan di Indonesia, yaitu dengan menandatangani petisi tersebut,” jelas juru kampanye hutan Greenpeace ini.

Secara singkat isi petisi tersebut berisikan mengenai desakan kepada pemerintah untuk mengambil langkah konkret untuk menghentikan penebangan hutan dalam skala besar, menghentikan konversi lahan hutan menjadi lahan perkebunan, menghentikan kebakaran hutan serta rehabilitasi hutan yang sudah rusak.

Sore itu, Bustar juga mendorong setiap orang yang peduli akan hutan untuk menandatangani petisi sebagai wujud dukungan terhadap upaya penyelamatan hutan. Hingga saat ini sudah terkumpul sekitar 23 ribu tanda tangan asli, dimana target yang ingin dicapai adalah 1 juta dukungan.

Kemudian di tengah talk show, WW nyeletuk tentang Rainbow Warrior, sebuah kapal terbesar Greenpeace. “Lalu apa kabar dengan Rainbow Warrior?” tanya WW ingin tahu. Dina Purita Antonio, Regional Media Campaigner, Greenpeace Asia Tenggara, menjelaskan bahwa Rainbow Warrior masih aktif melancarkan aksinya sampai hari ini, yaitu berkeliling dunia untuk membawa misi penyelamatan bumi dan akhir November nanti, rencananya Rainbow Warrior akan mampir ke Tanjung Priuk. Ketika ditanya siapakah yang termasuk satria-satria itu, Dina menjelaskan bahwa semua orang yang terpanggil untuk menyelamatkan bumi yang sedang sakit ini akan disebut Rainbow Warriors.

Akhirnya, bila kita sekarang merasa tidak bisa berbuat banyak untuk bumi kita, ikuti saja langkah sederhana dari WW berikut ini. Pertama, cari tahu (get the informations), misalnya melalui website mengenai keadaan hutan dan aktivitas Greenpeace, lalu punyailah sikap, dan terakhir nyatakan sikap itu, misalnya dengan menulis mengenai keadaan bumi saat ini sehingga semakin banyak orang yang tahu akan isu krusial tersebut dan akhirnya mau peduli. Intinya lakukan bagian yang anda bisa lakukan, sekecil apapun itu. [LW]


 


Advertisements