How Romantic are You?

13 02 2008

Sehari menjelang Hari Kasih Sayang, tanpa sengaja saya menemukan secarik kertas berisi coretan yang pernah saya buat. Tepatnya kapan saya menulisnya saya sudah tidak ingat lagi, tapi yang jelas, catatan yang saya buat cepat-cepat ini, sepertinya punya makna khusus kalau tidak ya berarti cuma iseng.

Sejak dulu saya suka menulis secara spontan. Baik itu hasil melamun atau hasil membaca, saya suka menyimpannya dalam bentuk coretan di secarik kertas karena saya yakin akan kekuatan sebuah tulisan. Memori otak kita sering kali terbatas untuk mengingat hal-hal indah yang harusnya perlu kita ingat.

Ya, saat membaca coretan ini, saya ingat telah mengutipnya dari sebuah artikel. Sepertinya dulu saya menyalinnya untuk dibuat hiasan dinding dan menuliskan cuplikan itu di dalamnya. Bunyinya seperti ini:

How Romantic Are You?
1.Aku tidak butuh tahu tentang seseorang cukup lama sebelum jatuh cinta padanya.
2.Jika aku sedang jatuh cinta dan menjalin kasih, aku akan berkomitmen pada pasangan sekalipun orangtua dan teman tidak setuju dengan hubungan itu.
3.Sekali aku mengalami cinta sejati, aku tidak akan pernah mengalami cinta yang sama dengtan orang lain.
4.Aku percaya cinta sejati akan kekal.
5.Jika aku mencintai seseorang, aku tahu aku akan dapat menjalin hubungan dengan baik, menyingkirkan kelemahanku.
6.Saat menemukan cinta sejatiku, kemungkinan besar aku menyadarinya sesaat setelah kami bertemu.
7.Aku yakin bahwa setiap hal baru yang aku pelajari dari orang yang kupilih untuk saling berkomitmen adalah menyenangkan bagiku.
8.Hubungan yang aku miliki bersama cinta sejatiku akan mendekati sempurna.
9.Jika aku mencintai seseorang, aku akan menemukan cara untuk menciptakan kebersamaan, meski rintangan menghadang (seperti jarak, pihak yang menentang).
10.Hanya ada satu cinta yang sungguh-sungguh nyata bagiku.
11.Jika hubungan sangat berharga, segala rintangan pasti teratasi.
12.Saya kayaknya jatuh hampir seketika…

Setelah saya baca dan baca lagi, sampai mengetiknya kembali, saya merasa bersyukur karena tulisan ini belum sempat saya buat hiasan. Dua belas butir pernyataan yang katanya romantis ini, kalau boleh dibilang agak menyesatkan. Si penggagas hanya mematokkan kebahagiaan yang berpusat pada diri sendiri. Aku, aku dan aku, sampai-sampai tidak ambil pusing meski orang tua dan teman tidak memberi restu. Padahal dalam sebuah hubungan romantis yang sehat, dibutuhkan dukungan dari banyak pihak.
Ini sih pendapat pribadi saya yang kurang sepaham dengan penulis artikel di atas, tapi mungkin dari Anda ada yang setuju, ya terserah sajalah.

So, How romantic are You?

Hanya Anda dan pasangan yang tahu jawabannya.

Happy Valentine’s Day…